Sudah tahunan menggunakan pemasaran digital tapi masih belum paham cara analisa data dan menentukan target pasar? Ini 12 cara efektif menentukan target market.

 

12 Cara Efektif Menentukan Target Pasar

Pada dasarnya, apapun strategi pemasaran digital marketing yang akan digunakan, semuanya harus berlandaskan dari data dan analisis yang seakurat mungkin. Tanpa data yang akurat akan sulit untuk bisa menentukan target market dengan tepat.

Tak bisa dipungkiri, tanpa kreativitas dan kemampuan menganalisa data dan segmen pasar untuk menentukan target market yang spesifik sangat sulit rasanya untuk bisa mencapai keberhasilan dalam waktu singkat – Mengingat tingkat kompetisi dan persaingan pasar yang semakin ketat, dari perusahaan berskala internasional sampai ke penjual online kecil-kecilan, memperebutkan kue market yang sama. Ini belum lagi ditambah dengan percepatan pertumbuhan pemasar digital diseluruh dunia yang semakin besar, bak cendawan di musim penghujan.

cara menentukan target market

1. Tentukan Asumsi Sebelum Menentukan Target Market

Alasannya; Asumsi dapat menjadi titik awal untuk merumuskan strategi pemasaran. Asumsi adalah perkiraan awal yang dapat digunakan untuk memulai proses penentuan target pasar. Asumsi awal menentukan target market bisa saja ditentukan berdasarkan pengalaman, intuisi, atau data yang ada. Asumsikan bahwa pasar tertentu memiliki kebutuhan khusus yang belum terpenuhi.

Contoh:

  • Misalnya, jika Anda menjual produk fashion, Anda dapat berasumsi bahwa target pasar Anda adalah orang-orang yang peduli dengan penampilan dan tren fashion.
  • Misalkan Anda menjual produk makanan organik, Anda dapat berasumsi bahwa target pasar Anda adalah orang-orang yang peduli dengan kesehatan, lingkungan dan punya daya beli tinggi. Alasannya, karena harga produk organik pasti lebih mahal dibandingkan produk konvensional.
  • Kalau Anda menjual produk teknologi, maka asumsi target pasar Anda pasti menyasar pada orang-orang yang mengerti dan aktif menggunakan teknologi dari smartphone atau gadget.

 

2. Riset Pasar

Riset pasar merupakan langkah penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang target pasar Anda. Riset pasar dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti survei, wawancara, atau analisis data. Dengan melakukan riset pasar bisa memberikan data yang objektif untuk mendukung keputusan pemasaran.

Contoh:

  • Dengan melakukan survei kita bisa memahami preferensi dan perilaku konsumen, mengetahui demografi pasar dari mulai usia, jenis kelamin, lokasi, serta minat dari calon konsumen
  • Dengan melakukan wawancara kepada konsumen yang sudah ada, kita bisa mendapatkan feedback tentang produk atau layanan yang kita berikan. Apakah itu sudah sesuai dengan ekspektasi mereka.
  • Dari hasil survei kita bisa menganalisis data, memetakan penjualan dan mengetahui data demografis untuk mengetahui tren pasar.
  • Dari hasil survei kita bisa mencermati persaingan pasar yang ada selama ini.

 

3. Pahami Riset Pasar

Dengan memahami riset pasar kita bisa lebih mengenali kelebihan dan kekurangan kompetitor, mengetahui celah pasar yang ada. Memahami keunggulan dan kelemahan sendiri dalam persaingan. Apa bedanya produk kompetitor dengan produk kita sendiri?

Meski produknya sama, namun bisa jadi pelayanan kompetitor  justeru jauh lebih baik dibandingkan kita sendiri. Maka dengan analisis dan mengetahui secara obyektif apa saja produk atau layanan kompetitor yang di terima oleh pasar akan akan memudahkan kita untuk menentukan target market yang spesifik.

Contoh:

  • Dengan mencermati persaingan secara seksama, kita bisa mengetahui siapa saja kompetitor terberat di pasar, sebelum menentukan target market
  • Misal ketika kita menjual produk milik Senka skincare untuk kulit wajah glowing, di rentang harga antara Rp 75 ribu s/d Rp 100 rb apa saja varian produk yang mereka jual dan diterima pasar.
  • Telusuri siapa saja brand-brand kompetitor terberatnya, seperti Hanasui, Wardah atau brand-brand lainnya
  • Berapa target usia pemakai produk mereka ?
  • Apa saja faktor keunggulan mereka dibandingkan dengan produk sendiri, dll

 

Mau belajar riset pasar dan keyword pencarian yang tepat? klik disini

Chat Whatsapp Admin

 

4. Target Market Berdasarkan Demografi Wilayah

Demografi wilayah merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan target pasar. Pahami juga kebutuhan dan preferensi kunsumen. Misalnya, jika Anda menjual produk makanan ringan murah, Anda bisa menargetkan wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Beberapa hal yang wajib dipelajari sebelum menentukan target market antara lain:

  • Bisa di analisa terlebih dahulu dengan menggunakan Google Trends, bandingkan grafik tren pencarian keywordnya, bisa berdasarkan per kota
  • Bandingkan grafik pencarian popularitas keyword produk tersebut pada periode tertentu. Apakah terjadi lonjakan kenaikan maupun penurunan dll.

 

5. Target Market Berdasarkan Jenis Kelamin

Ini berlaku misalnya untuk produk fashion unisex, makanan ringan dll. Alasannya jelas karena pria dan wanita memiliki preferensi dan kebutuhan yang berbeda. Misalnya menjual merek pakaian olahraga atau produk skincare pria dan wanita dengan merek yang yang sama, tentu saja menggunakan strategi pemasaran digital marketing yang berbeda.

  • Setelah memahami demografinya, selanjutnya catat volume penjualan bulanan dan tahunan
  • Tren kenaikan permintaan dan penurunan permintaan bisanya terjadi pada hari atau bulan atau mengikuti tren apa saja?
  • Rentang usia pemakai
  • Status pekerjaan, sudah bekerja atau belum, berapa kisaran rata-rata penghasilan konsumen dll.
  • Analisa yang tepat akan menentukan strategi promosi yang tepat sesuai dengan target market

cara menentukan target market yang spesifik

6. Target Pasar Berdasarkan Behavior

Menganalisa faktor Marketing Behavior atau perilaku konsumen calon pemakai produk yang kita bidik juga memiliki andil besar dalam menentukan kesuksesan penjualan – Dimana hal ini pada umumnya dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu ringan, medium dan berat.

Contoh:

  • strategi promosi menjual kosmetik branded yang mahal tentu saja berbeda, meskipun persaingannya tidak terlalu banyak, namun caranya mungkin berbeda jauh, dibandingkan dengan menjual kosmetik murah yang segmentasinya lebih luas dan persaingannya juga lebih lebar.
  • Perlu diingat dalam menjual produk branded, kata kunci umum ‘Murah’ belum tentu bisa berhasil menentukan kesuksesan penjualan, karena behaviors konsumennya berbeda, dimana mereka secara umum lebih mementingkan kualitas keaslian produk serta pelayanan yang memuaskan, dibandingkan dengan hanya menawarkan harga murah.
  • Cara menentukan target pasar berdasarkan behavior juga memerlukan analisa khusus dengan menggunakan metode promosi yang disesuaikan dengan media dan habits konsumen. 
  • Apakah mereka konsumen tradisional atau konsumen digital, dan ini juga masih bisa dipilah-pilah lagi. Mau fokus promosi melalui media apa?
  • Fokus pada promosi online melalui Sosial Media Marketing, SEM atau SEO?

 

Misalkan jika Anda menjual produk original papan atas atas seperti Dior, Louis Vuiton dsb, tentunya lebih efektif menggunakan Google Adword, atau influencer artis papan atas di Instagram, Pinterest, Path dsb – Dibandingkan dengan menggunakan Facebook Ads. Sebab sudah karena bukan rahasia lagi, jika kelas menengah ke atas saat ini sudah meninggalkan Facebook. 

Ingin belajar menentukan target pasar untuk produk Anda? Keywordnya seperti apa? Bagaimana cara membuat hook yang bikin orang penasaran? Memahami apa itu search engine marketing dan copywriting marketing? Klik Whatsapp di bawah ini

 

chat konsultan digital marketing admin

 

×

Selamat Datang Bpk/Ibu

Ada yang bisa kami bantu?

× Ada yang bisa kami bantu ?