Posts Tagged "Facebook"

Jual Followers Facebook Murah Bikin Posting Kamu Cepat Viral 0

Jual Followers Facebook Murah Bikin Posting Kamu Cepat Viral

Posted by on Jan 29, 2019 in Blog, Layanan

Mau beli Followers Facebook Murah ? Disini pusatnya jual followers Facebook murah dan Garansi 100% Real Human Facebooker cuma Rp 12.500,- per 100 Followers untuk 1 akun kamu. Catatan: hanya untuk follower akun Facebook, bukan follower Facebook Fanpage.

Jual Followers Facebook Murah Bikin Posting Kamu Cepat Viral

Ya, dengan ratusan atau ribuan real human Facebook Followers murah kami, apapun postingan kamu di Facebook bisa menjadi cepat viral, karena dilihat langsung oleh ribuan followers kamu, teman-teman dari followers kamu, serta teman-temannya lagi. Ini salah satu trik Facebook Marketing paling ampuh, yang dimainkan oleh para master dan pedagang di laman Facebook Business mereka untuk menjual produk atau jasa.


Facebook Followers Murah Hanya Rp 12.500,- per 100 Followers – Hub. Whatsapp: 0896 5050 2295


Tanya-jawab Seputar Facebook Followers Murah

Tanya: Mengapa kami menjual Facebook Followers Murah ?

Jawab: Facebook adalah sosial media terbesar yang digunakan oleh lebih dari 1 miliar pengguna. Maka untuk membuat postingan Anda berpotensi cepat viral bisa dilihat oleh ribuan orang sekaligus setiap pengguna Facebook perlu banyak followers untuk akun mereka. Facebook followers dibutuhkan oleh jutaan orang, dari orang biasa, artis, sampai ke seller, internet marketer dsb. Itu yang membuat kami cukup menjualnya dengan harga murah.

Tanya: Apakah Followers Facebook ini bisa untuk Facebook Fanpage

Jawab: Followers ini hanya untuk follower akun Facebook, bukan follower Fanpage Facebook

Tanya: Apakah Followers Facebook tersebut Real atau Robot ?

Jawab: Lebih dari 80% nya adalah akun Facebooker yang terdeteksi aktif, sering memberikan komentar, me-likes atau undislikes, sharing dsb. Namun apakah itu Fake Acoount atau bukan memang sulit untuk diketahui, karena bukan rahasia lagi jika para Master Facebook Marketing memang memiliki ratusan atau ribuan fake account yang sengaja dibuat aktif untuk memancing respon pengguna lainnya.

Tanya: Apakah membeli Facebook Followers ini aman dari resiko banned ?

Jawab: Secara teknis memang sangat aman, namun kami anjurkan untuk dilakukan secara bertahap. Contoh, anda membutuhkan 1000 Followers, sebaiknya lakukan secara bertahap, sesuai dengan banyaknya aktivitas postingan Anda. Kami akan pancing folllowers akun Anda secara bertahap agar sistem Algorithma Facebook tidak mendeteksi adanya lonjakan followers yang signifikan dalam saat yang sama.

So, apalagi yang Anda tunggu ? Ayo segera banjiri Followers Facebook Anda . Garansi 100% Real Human Facebooker cuma Rp 12.500,- per 100 Followers untuk 1 akun kamu, pastikan postingan Anda menarik agar cepat viral.

Untuk Instagram Followers, Youtube Subscriber Youtube Views dll, Silahkan klik gambar dibawah ini

Learn More
Awas Dampak Negatif Sosial Media Terkait Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016 0

Awas Dampak Negatif Sosial Media Terkait Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016

Posted by on Nov 22, 2018 in Blog, Tips

Selain menyenangkan dampak negatif sosial media juga bisa berujung pada tuntutan hukum, atau setidaknya berurusan dengan hukum jika tanpa dilandasi dengan etika dan kesantunan dalam menggunakan sosial media, terkait dengan Undang-undang Perubahan ITE No 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE No 11 tahun 2008.

Awas Dampak Negatif Sosial Media Terkait Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016

Kebebasan berekspresi, berkomentar dan sebagainya di sosmed memang terkadang bisa kebablasan jika ada salah satu pihak yang mungkin kelewatan, sementara di pihak lain ada yang merasa tersinggung, di ejek, direndahkan, dilecehkan, didiskreditkan dsb. Disinilah peran Undang-undang ITE tersebut bisa menjadi rambu-rambu dan etika dasar semua pengguna sosmed.

Jika anda pengguna aktif sosial media, ada baiknya mengetahui, apa saja perbuatan yang masuk pada perbuatan negatif dan bisa berakibat pada tuntutan hukum menurut Undang-undang ITE No.19 Thn 2016, Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016

Dalam pasal 45 ayat 3, sanksi pidana nya jelas disebutkan bahwa: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000. (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Hal ini khususnya menyangkut pada tulisan, olok-olok atau komentar negatif terhadap orang lain di sosial media, yang bisa berurusan dengan hukum. Misalnya olok-olok tentang Body Shaming atau mengkritik, mengejek atau berkomentar negatif atas ciri-ciri fisik orang lain. Contoh gampangnya misal, kita mengolok-olok teman yang maaf, mungkin agak terlihat sedikit gemuk ketika orang tersebut mengupload foto selfinya di sosial media .

Kemudian ada orang lain yang mengomentarinya: “eh gemuk sekali kamu sekarang..” atau dengan komentar negatif lainnya yang membuat orang tersebut merasa dipermalukan. Ini sudah termasuk kategori body shaming, memperolok dan mempermalukan orang lain secara fisik. Atau misalnya menggambar/mengutak-atik wajah seseorang yang digambarkan dengan tubuh orang lain dsb dengan maksud bercanda, mengejek, atau memperolok atau apapun motifnya,  Hati-hati, mungkin gara-gara persoalan sepele candaan seperti ini, seseorang bisa saja dituntut sanksi pidana secara hukum, karena sudah diatur dalam undang-undang ITE. Dimana hal ini termasuk dalam delik aduan, atau bisa di tuntut secara hukum oleh seseorang atau pihak lain yang merasa dirugikan dan dipermalukan.  

Atau contoh lain misalnya, memanggil teman atau seseorang dengan nama ejekan, mengolok-olok nama orang tua, menjelekan orang lain, mengungkap kejelekan orang lain dsb adalah hal yang sangat tidak boleh dilakukan di sosial media seperti di Facebook, WhatsApp dsb, karena bisa dikaitkan dengan penghinaan atau pencemaran nama baik.

Maka dengan mengetahui undang-undang ini, setidaknya kita tahu dampak negatif dalam bersosial media tidak boleh menulis, mengatakan atau menggambar sembarangan yang bisa mempermalukan orang lain. Ini bisa menjadi rambu-rambu dan etika dalam bersosial media bagi siapa saja agar tidak berurusan dengan tuntutan hukum dari pihak lain yang merasa dipermalukan atau dilecehkan.

Ya, memang sebaiknya jangan pernah menyakiti orang lain, atau suatu saat akan menerima akibatnya, seperti yang pernah dikatakan oleh penyair terkenal Amerika, Maya Angelou, orang bisa saja akan melupakan apa yang kita katakan, mereka mungkin akan melupakan apa yg pernah kita lakukan, namun orang lain tidak bisa melupakan atas apa yang telah kita perbuat, sehingga sesorang tersebut merasakannya sebagai hal yang negatif atau bahkan dianggapnya mempermalukan dirinya dimuka umum. 

“People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.” – Maya Angelou

So, sebaiknya hindari salah satu dampak negatif sosial media ini dan bisa dipahami dengan sebaik-baiknya oleh semua pengguna sosmed, jangan pernah mengejek atau mempermalukan orang lain di sosial media !

Baca juga dampak negatif sosial media bagi lanjut usia disini

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ?

 

Learn More
Pasang Iklan Di WhatsApp Solusi Baru Pasang Iklan Tertarget 0

Pasang Iklan Di WhatsApp Solusi Baru Pasang Iklan Tertarget

Posted by on Oct 8, 2018 in Blog, Tips

Pasang iklan tertarget di Whatsapp tidak lama lagi bakal menjadi incaran dan tren baru bagi para marketing online maupun marketing offline yang akan segera dimulai pada awal tahun depan 2019.

Pasang Iklan Di WhatsApp Solusi Baru Pasang Iklan Tertarget dan Sistematis

Pasalnya bos Facebook, Mark Zukerberg, konon kabarnya sudah ngebet untuk segera memonetisasi aplikasi chat messenger yang digunakan oleh 1,5 miliar pengguna ini, seperti dilansir oleh harian Inggris the Independent.  Tidak main-main, dengan jumlah pengguna Whatsapp yang mencapai 1,5 miliar user diseluruh dunia. Tren pasang iklan tertarget di Whatsapp bisa menjadi alternatif baru para pemasar online. Terlebih lagi hampir semua pengguna whatsapp adalah user aktif yang selama beberapa tahun terakhir memang menggunakan whatsapp sebagai sarana komunikasi rutin setiap hari.

Hampir bisa dipastikan, whatsapp marketing akan menjadi tren marketing baru bagi para marketer online maupun salesman offline, tanpa harus melakukan broadcast atau spam mesaage di whatsapp yg amat sangat mengganggu dan menjengkelkan bagi pengguna lain.

Kata kuncinya adalah iklan tertarget yang lebih segmented dibandingkan dengan iklan di sosial media lainnya, seperti iklan di Facebook yang sudah mulai tidak efektif lagi karena sudah sangat penuh dengan fake account. Sekarang saja mungkin perbandingannya sudah mencapai 5:1 atau malah bahkan sudah mencapai 10:1 .

Atau dengan kata lain dari 5 akun Facebook, saat ini mungkin hanya ada 1 akun yang memang benar-benar real user. Sementara 4 akun lainnya adalah fake account yang digunakan untuk berbagai macam keperluan, dari mulai membuat network pertemanan, berjualan, share dsb, sehingga dimata orang awam seolah-olah terlihat viral padahal sebagian besar diantaranya adalah akun palsu. Bahkan yang lebih parah lagi, juga digunakan untuk menyebarkan hoax, menjelekan reputasi produk milik para pesaing dsb.

Di whatsapp kecil kemungkinannya terjadi seperti itu, terlebih lagi dengan adanya pembatasan maksimal kepemilikan no handphone maksimal hanya sampai 3 nomor saja, karena harus didaftarkan sesuai dengan no ktp dan kartu keluarga, dan tidak semua orang memiliki lebih dari 1 smartphone. Meski tak bisa dipungkiri, no whatsapp pun saat ini masih bisa digenerate, namun hanya oleh orang-orang tertentu saja dan tidak semua orang tahu. Tetap masih relatif lebih aman

Maka beriklan di whatsapp bisa menjadi cara pasang iklan tertarget, dimana mayoritas penggunanya adalah real user yang aktif digunakan untuk berkomunikasi, tentunya ini adalah target market yang sangat ideal. Belum lagi program artificial intelligence whatsapp tentunya bisa mendeteksi akun mana saja yg biasa dipakai untuk mengirim broadcast message atau spam setiap hari, bukan digunakan untuk komunikasi  2 arah.

Learn More
Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ? 0

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ?

Posted by on Sep 12, 2018 in Lifestyle, News

Ingin tahu apa saja dampak posistif dan efek negatif bagi orang dewasa yang mulai kecanduan terhadap sosial media ? Simak terus beritanya di Internet marketing No 1  News Report dibawah ini.

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media

Belum lama berselang, badan charity Inggris, The Royal Society For Public Health (RSPH) menyerukan perlunya dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap efek kecanduan sosial media pada orang dewasa yang bisa mempengaruhi perilaku dan hubungan sosial mereka.

Dilansir oleh Sky News, kampanye yang dilakukan RSPH dengan tema, Get Involved with Scroll Free September, mereka berberharap bisa diikuti oleh puluhan ribu orang dewasa dari 56 negara yang berbeda untuk melakukan apa yang mereka sebut dengan istilah Digital Detox – Agar sudah saatnya orang dewasa segera keluar dari beberapa aplikasi sosial media yang sedang ngetrend saat ini, seperti Facebook, Instagram, Snapchat, Twitter dan Youtube.

Menurut Royal Society For Public Health, hasil penelitian pada tahun 2017 silam telah menunjukan banyak dampak negatif akibat kecanduan sosial media pada golongan usia anak dan remaja, antara lain, cyberbullying, sulit tidur, kecemasan, depresi dsb yang mempengaruhi perilaku mereka.

Seruan ini rupanya mendapatkan sambutan yang cukup hangat, tercatat selama bulan September berjalan ini dilaporkan sudah ribuan orang mengikuti program digital detox.

Sementara itu, hasil dari berbagai penelitian terbaru dalam beberapa tahun terakhir ini juga menunjukan bahwa:

1. Sebanyak sembilan puluh satu persen remaja dan dewasa yang berusia 16 thn s/d 24 tahun menggunakan sosial media.

2. Diantara mereka setidaknya ada sekitar 5% diantaranya yang sudah kecanduan sosial media.

3. Bagi mereka yang menghabiskan waktu setidaknya lebih dari 2 jam setiap hari melakukan aktivitas di sosial media, dilaporkan cenderung mengalami kesehatan mental yang buruk.

Meski demikian, kepala eksekutif RSPH, Shirley Cramer menyatakan, masih diperlukan lebih banyak lagi penelitian yang mendalam terhadap dampak buruk kecanduan sosial media bagi orang dewasa.

Menurut Shirley, salah satu pertanyaan yang mendasar adalah, apa peran kita di sosial media, ketika kita memiliki anak-anak dan remaja. “Saya kira kita tidak lagi berpikir sebagai orang tua. Bagaimana peran kita ? Apakah ketika sedang makan bersama keluarga-pun kita juga masih sibuk bermain sosial media, atau tweeting ? Apa efeknya bagi anak-anak kita ?” Shirley memaparkan pandangannya.

Menurutnya, masih perlu lebih banyak lagi penelitian yang lebih mendalam diseputar peran orang dewasa terhadap kecanduan sosial media – Sementara ini kita sudah melihat bukti nyata dan dampak negatif potensi kerusakan akibat kecanduan sosial media terhadap anak-anak, remaja dan orang muda.

Senada dengan itu psikolog Noel Bell juga mengatakan bahwa generasi tua/orang dewasa juga tidak imun dari kemungkinan kecanduan terhadap sosial media.

“Kami tengah mencari gejala kecanduan, peningkatan obsesi serta potensi terhadap kehilangan kontrol dan konsekuensi buruk pada keseharian kehidupan sosial pengguna.” ujarnya.

Kampanye gratis RSPH ini mulai dilakukan untuk mengatasi tekanan dan dampak sosial global dari banyaknya perusahaan teknologi besar sosial media seperti Facebook atau Instagram.

Menanggapi hal itu, bulan lalu Facebook telah mengenalkan beberapa update terbaru fitur baru mereka untuk melakukan pembatas waktu beraktivitas di dalam aplikasi. Dalam laman blog post Facebook, mereka menulis, “Harapan kami pembaruan pada beberapa tools kami bisa memberikan kontrol bagi pengguna di platform kami dan juga ikut berperan mendorong percakapan antara orang tua dan remaja tentang kebiasaan online yang tepat bagi mereka.

So, jika mungkin Anda termasuk golongan orang dewasa yang sudah mulai menunjukan gejala kecanduan sosial media, ada baiknya juga untuk mengikuti digital detox, menghentikan semua aktivitas di sosial media, dan mulailah melakukan komunikasi intensif dengan keluarga dan anak-anak dirumah.

Learn More
Menganalisa Dan Cara Membuat Target Market Yang Spesifik 0

Menganalisa Dan Cara Membuat Target Market Yang Spesifik

Posted by on Apr 21, 2017 in Blog, Tips

Belajar menganalisa dan cara membuat target market yang spesifik sangat berperan penting dalam dunia digital marketing yang semakin kompetitif saat ini.

Cara Membuat Target Market Yang Spesifik

Tidak bisa dipungkiri lagi, tanpa kreativitas yang tinggi dan kemampuan menganalisa segmen pasar serta menentukan target market yang spesifik sangat sulit rasanya untuk bisa mencapai keberhasilan dalam waktu singkat – Mengingat tingkat kompetisi dan persaingan pasar yang semakin ketat, dari perusahaan berskala internasional sampai ke penjual online kecil-kecilan, memperebutkan kue market yang sama. Ini belum lagi ditambah dengan percepatan pertumbuhan marketer online diseluruh dunia yang semakin besar, bak cendawan di musim penghujan.

Lantas bagaimana menganalisa dan cara menentukan target market yang tepat ?

Untuk menentukan segmentasi pasar dan cara menentukan target market yang tepat, setidaknya ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, antara lain:

Target market berdasarkan demografi atau wilayah

Dalam menentukan target market berdasarkan demografi, cara paling mudah dalam menganalisanya bisa menggunakan Google Trends dengan membandingkan popularitas pencarian keyword produk berdasarkan demografi kota misalnya – Disini kita bisa melihat, membandingkan kemudian menganalisanya berdasarkan grafik pencarian popularitas keyword di Google Trends pada periode tertentu

Target market berdasarkan jenis kelamin

Setelah menentukan demografi, maka langkah selanjutnya bisa dipetakan siapa saja pengguna kita berdasarkan jenis kelamin, pria atau wanita, rata-rata usia target, pendidikan serta pekerjaan dsb – Analisa yang tepat sangat menentukan saat membuat strategi promosi, terlebih lagi jika kita menjual produk barang/jasa yang mahal atau spesifik.

Target market berdasarkan Behavior

Menganalisa faktor Marketing Behavior atau perilaku konsumen calon pemakai produk yang kita bidik juga memiliki andil besar dalam menentukan kesuksesan penjualan – Dimana hal ini pada umumnya dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu ringan, medium dan berat.

Contohnya, strategi promosi menjual kosmetik branded yang mahal tentu saja berbeda, meskipun persaingannya tidak terlalu banyak, namun caranya mungkin berbeda jauh, dibandingkan dengan menjual kosmetik murah yang segmentasinya lebih luas dan persaingannya juga lebih besar.

Perlu diingat dalam menjual produk branded, kata kunci umum ‘Murah’ belum tentu bisa berhasil menentukan kesuksesan penjualan, karena behaviors konsumennya berbeda, dimana mereka secara umum lebih mementingkan kualitas keaslian produk serta pelayanan yang memuaskan, dibandingkan dengan hanya menawarkan harga murah.

Disamping itu cara menentukan target market berdasarkan behavior juga memerlukan analisa khusus tersendiri dengan menggunakan metode promosi yang sesuai dengan Media Habits konsumen. Apakah mereka termasuk konsumen tradisional atau konsumen digital, dan ini juga masih bisa dipilah-pilah lagi, kita akan fokus promosi melalui media apa ? Dan di media mana ?

Misalkan menjual produk asli papan atas atas seperti Dior, Louis Vuiton dsb, tentunya lebih efektif menggunakan Google Adword, atau melalui sosial media seperti Instagram, Path dsb, dibandingkan menggunakan metode Facebook Marketing, karena sudah bukan rahasia lagi, jika kelas menengah ke atas sudah tidak lagi bermain di Facebook, dsb.

Anda tertarik untuk mempelajari cara menentukan target market yang tepat ? Ikuti Private Search Engine Video Marketing Sistematis Always Page One Terbatas kami, silahkan transfer Rp 2.000.000,- ke Bank Mandiri No: 164-0000-465809 atau ke BRI No: 1581-01-002635-50-1 a/n H Dedy Putranto.

Setelah transfer, segera hubungi kami di whatsApp 0896 5050 2295 atau 0813 1879 8133

Waktu belajar bisa bebas Anda tentukan sendiri, sementara media belajar bisa datang langsung ke Komp Firdaus Regency, Jl Gelatik No. 86, dekat Mall Bintaro XChange, Sawah Lama, Bintaro-Ciputat atau via online seperti Skype, WhatsApp dsb. Kami ada di 3 Lokasi, 

Kompleks Regensi Melati Mas, Blok A1 No 19, Kelurahan, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten 15326 HP/Whatsapp: 0896-5050-2295 https://maps.google.com/?cid=4086431047887176654

Private Internet Marketing No1 Yogyakarta
Gg. Anggrek II No.9b, Kentungan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, HP/WhatsApp: 0896-5050-2295 https://maps.google.com/?cid=700112188004772751

atau di Jl Gelatik No. 86, sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, HP/WhatsApp: 0896-5050-2295

 Garansi dibimbing sampai mahir siap bersaing dengan siapa saja, tanpa batasan waktu.

So, meski tidak mudah namun sebenarnya juga tidak terlalu sulit, bagaimana cara menentukan target market dan membagi segmentasi market yang tepat sesuai dengan produk yang kita pasarkan, asalkan mau menganalisanya dengan cermat terlebih dahulu.

Putra Dedy

Learn More
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu ?
Powered by