Emang sudah jualan bertahun-tahun tapi masih belum juga bisa mengubah hidup kamu? Yuk kita Bongkar Rahasia Strategi Branding yang Tepat Bikin Untung Berlipat!

Ada banyak sekali konsep dan strategi branding dalam marketing yang bisa kamu terapkan, atau malah masih bingung dengan perbedaan branding dan marketing? Namun bahasan kali ini lebih khusus membahas apa saja strategi branding yang tepat dan ekonomis untuk produk/jasa/layanan UKM yang notabene masih belum terlalu akrab di telinga. Pasalnya, pada umumnya UKM masih berfokus untuk mengejar omset sebanyak mungkin setiap hari, memahami apa itu branding mungkin belum terlalu akrab di telinga mereka. Meski sebenarnya proses branding itu sendiri hampir mirip dengan marketing. Perbedaan branding dan marketing yang signifikan adalah pada tujuannya, sementara prosesnya sama, bisa dijalankan setiap hari, atau dengan kata lain menjalankan proses yang tiada akhir.

Tips Strategi Branding yang Tepat Bikin Untung Berlipat

Jadi bukan masalah sekecil apapun produk/layanan jasa yang kamu tawarkan, wajib hukumnya untuk sekaligus membangun branding yang kuat dalam proses marketing, agar memiliki ciri khas yang mudah dikenal, dibandingkan dengan produk/layanan jasa serupa yang ditawarkan di pasar. Dengan tujuan utama untuk menciptakan loyalitas, membuat customer (pembeli sekali beli) menjadi klien perusahaan kamu (pelanggan tetap).

 

Strategi Banding Bikin Untung Berlipat

Berikut adalah rahasia strategi branding para brand besar yang membuat keuntungan mereka berlipat ganda, meski sebenarnya strategi serupa juga bisa dilakukan oleh semua produk/jasa/layanan UKM, tentu saja disesuaikan dengan strategi marketing masing-masing.

1. Strategi Branding Menjaga Stabilitas Harga

Sebenarnya strategi brand yang konsisten menjaga stabilitas harga ini ini berasal dari konsep pemasaran konvensional, jauh sebelum adanya strategi pemasaran digital marketing sejak 2-3 dekade terakhir ini. Pada prinsipnya para brand-brand terkenal sejak awal mereka berdiri, mereka tidak pernah sembarangan merubah harga secara sembarangan untuk mencari customer – Alias tidak obral-obralan. Namun sebaliknya perusahaan akan terus berupaya meraih pelanggan yang spesifik untuk membentuk loyalitas pelanggan yang sesuai dengan style dan nilai dari produk yang mereka tawarkan.

Contoh sederhananya, mengapa orang memilih membeli sepatu Nike dibandingkan dengan merek lainnya? Meskipun ada banyak alasan untuk itu, namun keberhasilan strategi branding yang dilakukan Nike adalah menanamkan kesadaran merek di masyarakat dengan menciptakan reputasi dan mencitrakan merk Nike sebagai sepatu pilihan yang digunakan oleh para atlit professional dunia. Dengan demikian secara otomatis akan membentuk persepsi publik sebagai sepatu berkualitas, bagus dan mewah yang menjadi pilihan para atlit profesional dunia.

Untuk menjaga citra merek inilah mereka tidak pernah menurunkan harga jual barang mereka – Sebagai gantinya mereka melakukan ‘Sale’ pada event-event tertentu, misalnya Christmas Sale, New Year Sale dll.

Masih belum bisa Merumuskan Strategi Branding yang bisa mengubah Kemajuan Bisnis Anda? Sini kami yang bereskan dengan harga terjangkau! Langsung klik chat WA disini ya

chat konsultan digital marketing admin

2. Tidak Semua Orang Bisa Membeli

Ya, kamu nggak salah dengar, jika ingin melakukan strategi branding jangka panjang dengan margin keuntungan yang lumayan, buatlah produk kamu menjadi eksklusif dengan menciptakan value tersendiri. Kata kuncinya adalah kualitas produk yang memiliki USP (Unique Selling Point) – Dan tidak semua orang mampu membelinya, kecuali segmen pasar tertentu yang Anda bidik. Dengan kata lain; jika semua orang mampu membeli produk/jasa Anda, maka persaingan akan menjadi semakin sengit.

  • Produk/jasa berada di pasar yang sudah jenuh, sangat kompetitif, termasuk di dalamnya banyak produk substitusi. Terjadi over supply yang mengakibatkan terjadinya persaingan berdarah-darah. Banting-bantingan harga untuk memperebutkan pasar.
  • Jika berada pada posisi pelik seperti ini maka strategi marketing apapun akan menjadi sulit untuk dijalankan. Opsi termudah adalah, banting harga, kurangi margin dan kejar omset. Apalagi lagi jika produk/layanan Anda memiliki value yang kurang.
  • Harga yang semula bagus, secara otomatis akan turun dengan sendirinya mengikuti harga pasar. Ini akibat banyaknya kompetitor dan barang substitusi, sehingga kurang diminati oleh masyarakat jika menerapkan harga yang lebih mahal dibandingkan kompetitor.

3. Strategi Branding Jangan Berdasarkan Harga

Dari sisi tujuan, dengan strategi yang tepat dan konsisten akan bisa menciptakan loyalitas pelanggan, berbeda dengan strategi marketing yang bisa dilakukan berdasarkan patokan harga tertentu untuk menyasar segmen pasar tertentu – Maka sebaiknya jangan membuat strategi branding berdasarkan pada patokan harga, karena bisa menjebak Anda pada perang harga.

Jika produk/jasa yang Anda jual harganya tidak stabil atau naik-turun, apalagi sampai terlibat dalam perang harga, maka jangan lagi berharap Anda bisa menciptakan loyal konsumen, karena brand Anda sendiri sudah tidak memiliki value dan tak berharga lagi di mata konsumen. Apapun strategi branding yang akan dilakukan menjadi sulit untuk dijalankan.

Tips Strategi Branding yang Tepat

4. Strategi Branding Spesifik

Ada banyak cara untuk membuat strategi yang lebih spesifik dengan menyasar segmen pasar tertentu yang lebih kecil dan spesifik, misalnya strategi branding berdasarkan budaya, komunitas, nilai dan style tertentu. Contoh sederhana branding berdasarkan budaya dan komunitas, misalnya rumah makan ‘Pecel Pincuk …’ yang menyajikan hidangan nasi pecel dan cemilan dengan nuansa khas Jawa tengah, sederhana tapi spesifik.

Dan yang terpenting, bermain di market yang spesifik ini meskipun di jual dengan harga terjangkau namun masih bisa memiliki margin keuntungan yang cukup besar karena persaingannya tidak terlalu ketat. Ini bisa menjadi pilihan bisnis yang masih menjanjikan

 

5. Strategi Berdasarkan Personal Branding

Personal Brand biasanya merujuk pada personal figur yang telah cukup di kenal luas, dan kebanyakan bermain di sektor jasa atau layanan. Misalnya seperti Salon Kecantikan Rudi Hadi Suwarno, Merry Riana Learning Centre dll. Namun demikian banyak pula produk yang coba menciptakan personal branding, seperti misalnya Ayam Goreng Ny Suharti, Ayam Goreng Mbok Berek Ny Umi dll – Meskipun sebenarnya sebagian besar pelanggan mereka justeru tidak mengenal siapa sebenarnya Ny Suharti? atau Ny Umi dsb

Namun nama mereka sudah menjadi personal brand dimana masyarakat secara umum bisa membedakan, yang mana ayam goreng buatan Ny Suharti dan yang mana ayam goreng buatan Mbok Berek Ny Umi. Itu Salah satu tujuan utama dalam strategi branding, yaitu membuat produk Anda terlihat berbeda dengan produk serupa yang lain karena memiliki nilai, unik dan khas, sehingga mudah dibedakan oleh masyarakat.

So, udah cape ngebranding sendiri tapi nggak ada hasilnya? Nggak tahu bagaimana cara membangun personal branding yang kuat? Serahkan semuanya kepada kami dari A sampai Z, dari mulai penyusunan strategi campaign, ide kontennya seperti apa? Eksekusinya bagaimana, penyusunan project management marketingnya yang tepat seperti apa? Anda tinggal duduk manis, monitoring dan terima hasilnya.

chat konsultan digital marketing admin

 

 

 

×

Selamat Datang Bpk/Ibu

Ada yang bisa kami bantu?

× Ada yang bisa kami bantu ?