Belajar Bisnis Menjadi Pebisnis Tangguh Dari Filosofi Elang

Belajar Bisnis Menjadi Pebisnis Tangguh Dari Filosofi Elang

Belajar Bisnis menjadi pebisnis tangguh memang tidaklah mudah, namun ada banyak fakta menarik seputar filosofi hidup Elang yang bisa dipelajari dan dipraktekan dalam binis masing-masing.

Belajar Bisnis Menjadi Pebisnis Tangguh Dari Filosofi Elang

Fakta pertama belajar bisnis dari karakter Elang ini, burung Elang adalah jenis unggas yang paling panjang usianya di dunia, menurut penelitian yang dirilis oleh stasiun TV Discovery Channel, usia Elang bahkan bisa mencapai umur 70 tahun an lebih, atau selisih sedikit dengan usia rata-rata manusia hidup saat ini, sekitar 85 s/d 90 tahun.

Ada satu fakta lagi yang tak kalah menariknya, bahwa untuk bisa memiliki umur panjang hingga mencapai 70 tahun, Elang harus berani mengambil Keputusan Pahit dan Menyakitkan Dirinya Sendiri. Suatu keputusan tersulit dan terbesar sepanjang hidupnya, bukan hanya untuk sekedar survive, namun juga membesarkan kemampuan dirinya sendiri, yaitu kemampuannya untuk “meremajakan diri” atau mabung, seperti unggas lainnya.

Tragisnya, jika Elang tidak mengambil keputusan terbesar sepanjang hidupnya tersebut, hewan symbol keperkasaan itu, tidak lagi perkasa, ia bisa tergolek tak berdaya… menunggu ajal menanti sakaratul maut …

Berbeda dengan unggas lainnya yang hanya berusia beberapa tahun, Elang harus mengambil keputusan Terpenting dalam hidupnya untuk “Mabung” justeru disaat usianya telah mulai menua, yaitu pada usia 40 tahun, lebih dari separuh usia hidupnya.

Pada usia 40 tahunan, Elang mengalami proses kemunduran yang luar biasa atas kemampuannnya, atau hampir sama dengan proses degeneratif pada manusia, suatu proses kemunduran fungsi organ-organ tubuh yang membuat semua kemampuan fisik & psikologis manusia ikut mundur.

Pada usia 40 an, semua kemampuan mematikan Elang dalam berburu mangsa menurun drastis, dimana kuku cakarnya tumbuh terlalu panjang, sehingga menyulitkan Elang untuk mencengkeram mangsanya. Senjata lain yang menjadi andalannya dalam berburu juga ikut melemah, paruhnya menjadi semakin bengkok dan memanjang, menyulitkannya untuk menyerang mangsa dengan paruhnya yang setajam silet.

Bukan hanya itu, bulu-bulu sayapnya yang perkasa pun menjadi bertambah tebal dan semakin berat, semakin mempersulitnya untuk terbang dan bermanuver lincah, menyerang mangsa.

Ironisnya, itu semua adalah kemampuan mematikan seekor Elang, yang dijadikan sebagai simbol dan ikon kekuatan atau keperkasaan bagi sebagian orang – Lantas, jika sudah demikian, symbol keperkasaan Elang sudah tidak lagi berharga ?

Atau kini Elang telah berubah menjadi burung perkutut ?

Untuk itu Elang hanya memiliki 1 kesempatan besar seumur hidupnya, “Take it or Leave it” …

Jika Elang mau mau menjalani proses panjang peremajaan diri (mabung) dan mentransformasikan dirinya menjadi lebih tangguh, maka ia harus mengalami kesakitan, siksaan yang luar biasa beratnya selama 150 hari. Dalam waktu sekitar 5 bulan, Elang harus mencari tempat yang tinggi dan aman dari gangguan predator lain, untuk tempatnya bertapa melakukan Transformasi Diri yang menyakitkan, sampai akhirnya Elang bisa comeback lagi menjadi pemenang baru, hingga akhir ajalnya pada usia 70 tahun an.

Maka tidaklah berlebihan rasanya, jika belajar bisnis dari filosofi Elang ini bisa dianalogikan dengan proses bisnis pada manusia.

Beranikah kita membuat keputusan yang maha penting disaat bisnis kita mengalami kemunduruan dan menjadi kurang kompetitif setelah berjalan sekian lama ?

Atau beranikah kita melakukan Review dan Flashback, apa saja yang sudah kita lakukan, dan apa yang belum pernah kita lakukan ?

Proses panjang, menyakitkan dan menyiksa, harus dilewati seekor Elang, agar ia bisa bertumbuh menjadi semakin tangguh. Pada proses Transformasi tersebut Elang akan mulai mencakari dan menghantamkan cakar-cakarnya yang terlalu panjang ke batu-batu cadas gunung agar copot, dan menunggu dengan sabar cakarnya barunya untuk tumbuh menjadi lebih kuat.

Kemudian proses berikutnya yang lebih menyakitkan, Elang harus mengasah paruhnya yang terlalu panjang membengkok dan mematahkannya ke bebatuan di gunung, agar menjadi lebih pendek untuk bisa diasah kembali menjadi senjata baru yang sangat mematikan.

Proses berikutnya yang tak kalah menyakitkan juga harus dilewatinya dengan tabah, ketika Elang harus mencabuti bulu-bulunya yang sudah terlalu tebal dan berat sampai habis, digantikan dengan bulu-bulu baru, yang membuat Elang bisa kembali terbang tinggi dan melakukan manuver-manuver cantik ketika ia memburu mangsanya atau menghadapi musuh-musuhnya.

Jika Elang saja rela dan mau melakukan Transformasi Diri dengan cara-cara yang menyakitkan selama masa proses transformasi, lantas mengapa dalam belajar bisnis kita tidak mau melakukannya ?

Apa Resolusi Bisnis Anda di tahun 2017 ?

Namun satu hal yang pasti, dimasa mendatang, tantangan-tantangan baru dalam bisnis yang semakin kompetitif masih akan terus menghadang kita …

Apa saja hikmah yang bisa diambil dari analogi filosofi Elang dalam belajar bisnis, serta bagaimana menterjemahkannya dalam bisnis online ?

Apa saja keunggulan alami Elang, sehingga pantas dijadikan simbol keperkasaan dan ketangguhan ? Baca kelanjutannya disini >>> Belajar Bisnis Menjadi Lebih Tangguh Setangguh Elang – Resolusi Bisnis 2017 <<<

Ingin Konsultasi Bisnis Online Gratis ?

Putra Dedy, WhatsApp: 0896 5050 2295

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *