Juallah emosi, jangan menjual produk! Kuasai Rahasia 10 Teknik Copywriting yang menyentuh emosi dan alam pikiran serta pengaruhi keputusan mereka untuk membeli!

Ada banyak alasan psikologis dan cognitive bias yang memicu emosi bagi kebanyakan orang saat mereka memutuskan untuk membeli sesuatu berdasarkan emosi, bukan karena mereka mereka membutuhkannya! Lantas apa hubungannya teknik copywriting secara psikologis serta fungsi otak manusia yang bisa mempengaruhi perilakunya?

Teknik copywriting adalah seni dan teknik ilmu menulis teks promosional atau teknik menulis yang persuasif, menyentuh emosi audiens dengan tujuan untuk memotivasi pembaca atau pendengar untuk segera mengambil tindakan tertentu, seperti membeli suatu produk, jasa, layanan, mendaftar, atau berlangganan. Inilah rahasia utama teknik copywriting, dengan kata lain tujuan penulisan promosinal tersebut adalah untuk mempengaruhi emosi dan keputusan calon konsumen untuk langsung melakukan suatu tindakan, bukan sekedar menjual atau menjelaskan fitur produk.

Menurut Dan Ariely, Prof ahli Cognitive Psychology dari Duke University dan penulis Buku Best Seller; Predictably Irrational: The Hidden Forces That Shape Our Decisions. Dalam bukunya menjelaskan bagaimana kebanyakan orang sering bertindak secara irasional dalam berbagai situasi, diantaranya ketika memutuskan untuk membeli sesuatu. Ariely menunjukkan bagaimana faktor-faktor seperti harga, harapan, emosi, dan norma sosial berperan besar ikut mempengaruhi keputusan seseorang secara tidak sadar.

10 Rahasia Teknik Copywriting Menjual Emosi mempengaruhi konsumen

10 Elemen Utama Teknik Copywriting

Digital marketer yang baik harus tahu bagaimana caranya membuat strategi copywriting untuk mengarahkan dan menggiring persepsi pembaca tanpa mereka sadari. Pengaruh emosi inilah faktor utama yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan pada seseorang, saat mereka membaca, menonton atau mendengarkan suatu informasi.

Menurut research dan buku-buku yang di tulis oleh para ahli psikologi dan cognitive bias, sebut saja Prof. Dan Ariely, Prof. Daniel Kahneman dalam bukunya “Thinking, Fast and Slow” dan para koleganya sepakat bahwa: “Emosi mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan dan perilaku sosial manusia”.

Emosi membantu manusia dalam mengevaluasi pilihan-pilihan dan opsi yang ada. Konon tanpa melibatkan emosi, manusia akan kesulitan untuk membuat keputusan, bahkan keputusan yang paling sederhana sekalipun. Emosi akan memicu perhatian, ingatan, dan pembagian informasi. Orang akan lebih memperhatikan, mengingat, dan membagikan hal-hal yang menimbulkan emosi pada diri mereka di sosial media.

Ini sangat penting dipahami oleh semua pemasar online untuk merencanakan strategi pemasaran digital marketing mereka. Maka jika ingin produk atau layanan yang Anda jual bakal dikenal, diingat, dan disebar-luaskan oleh banyak orang, mulailah sekarang juga. Pasalnya, menurut prediksi Social Media Trends 2024 yang di lansir Hootsuite pasar online global akan di dominasi oleh media social ecommerce, influencer marketing, sosial media interaktif dll – Dengan kata lain, semua pelaku bisnis dari yang terkecil sampai yang raksasa akan mengeksploitasi semua hal lewat sosial media.

Pasalnya emosi akan mempengaruhi persepsi, sikap, dan loyalitas konsumen. Orang akan cenderung menyukai, mempercayai, dan setia pada merek atau produk yang membuat mereka merasa baik, bahagia, atau puas. Sebaliknya, mereka akan menghindari, mencurigai, atau meninggalkan merek atau produk yang membuat mereka merasa buruk, sedih, atau kecewa – Dan ini akan tersebar dengan cepat di sosial media.

Bagi yang sedang belajar copywriting marketing setidaknya harus memahami beberapa elemen penting yang ampuh untuk menciptakan emosi positif bagi pembaca dan audiens mereka. Elemen-elemen tersebut antara lain:

10 Rahasia Teknik Copywriting, Menjual Emosi Bukan Produk

1. Elemen Problem

Memunculkan adanya kesamaan problem yang sulit ditangani adalah awal dari teknik copywriting untuk mendekatkan diri kepada target audiens Anda. Untuk bisa cepat mendapatkan perhatian (Attention) dari pembaca, secara psikologis akan lebih mudah dengan memunculkan adanya kesamaan problem. Sebagai makhluk sosial, faktor kesamaan akan mendekatkan mereka secara emosional entah itu kesamaan hoby, atau bahkan punya kesamaan problem yang sama.

Munculkan problem yang di alami bersama sebagai langkah awal mendekatkan emosi kepada target audiens. Seolah-olah memberikan persepsi bahwa Anda dahulu juga pernah memiliki problem yang sama dengan mereka.

Teknik copywriting ini yang paling umum digunakan oleh hampir semua pemasar digital dalam model pemasaran AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action).

AIDA adalah model hirarki pemasaran yang menggambarkan tahapan-tahapan yang dilalui konsumen. Dimulai sejak mereka mencari informasi untuk mencari solusi bagi problem mereka, menemukan produk yang menarik perhatian (Attention). Lalu muncul perasaan tertarik (Interest) dan memunculkan keinginan atau hasrat untuk memiliki (Desire) sampai akhirnya memutuskan untuk membeli (Action).

Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, ramah dan menyentuh emosi. Hindari jargon, singkatan, atau istilah teknis yang tidak umum. Ini berguna untuk menangkap reaksi terhadap pesan yang Anda sampaikan kepada audiens. Ini penting untuk menarik ketertarikan audiens (Attention) sejak awal. Jika sejak awal mereka sudah mulai tertarik, kemungkinan besar audiens akan terus membacanya sampai akhir.

Giring kedekatan emosi audiens lewat headline yang menarik, pakailah gambar yang mencolok. Gunakanlah bahasa yang sederhana tapi provokatif agar lebih dekat secara emosional. Misalnya untuk produk anti jerawat bisa di mulai dengan kalimat; “Akhirnya jerawatku hilang juga setelah bertahun-tahun …”

Contoh kalimat seperti ini akan membuat mereka yang memiliki problem jerawat akan merasa senasib, dan mendorong rasa penasaran mereka untuk ingin tahu lebih lanjut. Dalam hati mereka akan timbul pertanyaan: “Pakai apa ya untuk obat jerawat menahun?”

Mau Belajar Teknik Copywriting atau butuh Jasa Copywriting? Silahkan klik chat di bawah ini

chat konsultan digital marketing admin

2. Narasi Benefit

Langkah kedua, narasikan keuntungan, benefit saat pengguna menggunakan produk atau layanan Anda. Bisa saja diberikan penjelasan sekilas tentang fitur-fitur produk, namun teknik copywriting seperti ini harus menitik beratkan poinnya pada nilai tambah yang bermanfaat bagi pembeli.

Tetapi seandainya fiturnya biasa saja, serupa dengan produk lainnya, maka harus fokus pada nilai produk yang memberikan solusi dan manfaat yang spesifik. Contoh untuk narasi produk anti jerawat misalnya: “Produk ini bukan hanya sekedar penghilang jerawat, namun formula aktifnya memberikan hasil yang cepat dan bertahan lama tanpa membuat kulit kering.”

Teknik copywriting ini menonjolkan keunikan produk, bisa memberikan hasil yang cepat dan bertahan lama. Sekaligus juga menepis keraguan konsumen yang khawatir kulit wajahnya bisa menajdi kering. Penekanan pada solusi khusus yang ditawarkan produk akan membangkitkan keinginan pembaca untuk memiliki dan mencobanya (Desire)

10 Rahasia Teknik Copywriting Menjual Emosi

3. Personalisasi Identitas dan Citra Diri

Bangkitkan daya tarik visual lewat gambar atau video yang estetik, kemudian perkuat lewat story telling, personalisasikan dengan pengalaman Anda yang menemukan solusi dan peningkatan citra diri. Saat Anda telah terbebas dari jerawat, Anda nggak lagi minder dan kepercayaan diri Anda langsung meningkat.

Teknik Copywriting seperti ini menyoroti bagaimana produk tersebut bisa meningkatkan identitas atau kepercayaan diri pembeli – Tuliskan narasi yang membangkitkan emosi dengan cepat, misalnya: “Bayangkan bertahun-tahun minder karena wajah penuh dengan jerawat, akhirnya bisa hilang dalam 2 minggu, menjadi putih, bersih dan mulus tanpa meninggalkan bekas.”

Personalisasi dan citra diri adalah teknik copywriting yang langsung menohok, problem selesai. Ini lebih efektif karena yang di jual adalah emosi untuk membangkitkan keinginan yang kuat kepada audiens untuk memilikinya. Pemahaman terhadap Desire sangat membantu untuk mengarahkan orang lain untuk melakukan sesuatu atau berusaha mencapai apa yang diinginkannya – Ini alasan kuat bagaimana keinginan tersebut akhirnya bisa memotivasi tindakan dan pengambilan keputusan. Jangan lupa, secara psikologis orang akan cenderung meniru orang lain yang telah berhasil mengatasi problemnya dengan membeli produk atau layanan yang bisa meningkatkan citra diri mereka.

Mau belajar kombinasi Teknik Copywriting dan SILO SEO? Atau ingin menggunakan jasa conten writer berkualitas yang SEO Friendly? Silhakan klik ikon chat whatsapp dibawah ini

chat konsultan digital marketing admin

 

×

Selamat Datang Bpk/Ibu

Ada yang bisa kami bantu?

× Ada yang bisa kami bantu ?