Posts Tagged "Undang Undang"

Awas Dampak Negatif Sosial Media Terkait Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016 0

Awas Dampak Negatif Sosial Media Terkait Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016

Posted by on Nov 22, 2018 in Blog, Tips

Selain menyenangkan dampak negatif sosial media juga bisa berujung pada tuntutan hukum, atau setidaknya berurusan dengan hukum jika tanpa dilandasi dengan etika dan kesantunan dalam menggunakan sosial media, terkait dengan Undang-undang Perubahan ITE No 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE No 11 tahun 2008.

Awas Dampak Negatif Sosial Media Terkait Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016

Kebebasan berekspresi, berkomentar dan sebagainya di sosmed memang terkadang bisa kebablasan jika ada salah satu pihak yang mungkin kelewatan, sementara di pihak lain ada yang merasa tersinggung, di ejek, direndahkan, dilecehkan, didiskreditkan dsb. Disinilah peran Undang-undang ITE tersebut bisa menjadi rambu-rambu dan etika dasar semua pengguna sosmed.

Jika anda pengguna aktif sosial media, ada baiknya mengetahui, apa saja perbuatan yang masuk pada perbuatan negatif dan bisa berakibat pada tuntutan hukum menurut Undang-undang ITE No.19 Thn 2016, Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Undang-undang ITE No 19 Tahun 2016

Dalam pasal 45 ayat 3, sanksi pidana nya jelas disebutkan bahwa: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000. (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Hal ini khususnya menyangkut pada tulisan, olok-olok atau komentar negatif terhadap orang lain di sosial media, yang bisa berurusan dengan hukum. Misalnya olok-olok tentang Body Shaming atau mengkritik, mengejek atau berkomentar negatif atas ciri-ciri fisik orang lain. Contoh gampangnya misal, kita mengolok-olok teman yang maaf, mungkin agak terlihat sedikit gemuk ketika orang tersebut mengupload foto selfinya di sosial media .

Kemudian ada orang lain yang mengomentarinya: “eh gemuk sekali kamu sekarang..” atau dengan komentar negatif lainnya yang membuat orang tersebut merasa dipermalukan. Ini sudah termasuk kategori body shaming, memperolok dan mempermalukan orang lain secara fisik. Atau misalnya menggambar/mengutak-atik wajah seseorang yang digambarkan dengan tubuh orang lain dsb dengan maksud bercanda, mengejek, atau memperolok atau apapun motifnya,  Hati-hati, mungkin gara-gara persoalan sepele candaan seperti ini, seseorang bisa saja dituntut sanksi pidana secara hukum, karena sudah diatur dalam undang-undang ITE. Dimana hal ini termasuk dalam delik aduan, atau bisa di tuntut secara hukum oleh seseorang atau pihak lain yang merasa dirugikan dan dipermalukan.  

Atau contoh lain misalnya, memanggil teman atau seseorang dengan nama ejekan, mengolok-olok nama orang tua, menjelekan orang lain, mengungkap kejelekan orang lain dsb adalah hal yang sangat tidak boleh dilakukan di sosial media seperti di Facebook, WhatsApp dsb, karena bisa dikaitkan dengan penghinaan atau pencemaran nama baik.

Maka dengan mengetahui undang-undang ini, setidaknya kita tahu dampak negatif dalam bersosial media tidak boleh menulis, mengatakan atau menggambar sembarangan yang bisa mempermalukan orang lain. Ini bisa menjadi rambu-rambu dan etika dalam bersosial media bagi siapa saja agar tidak berurusan dengan tuntutan hukum dari pihak lain yang merasa dipermalukan atau dilecehkan.

Ya, memang sebaiknya jangan pernah menyakiti orang lain, atau suatu saat akan menerima akibatnya, seperti yang pernah dikatakan oleh penyair terkenal Amerika, Maya Angelou, orang bisa saja akan melupakan apa yang kita katakan, mereka mungkin akan melupakan apa yg pernah kita lakukan, namun orang lain tidak bisa melupakan atas apa yang telah kita perbuat, sehingga sesorang tersebut merasakannya sebagai hal yang negatif atau bahkan dianggapnya mempermalukan dirinya dimuka umum. 

“People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.” – Maya Angelou

So, sebaiknya hindari salah satu dampak negatif sosial media ini dan bisa dipahami dengan sebaik-baiknya oleh semua pengguna sosmed, jangan pernah mengejek atau mempermalukan orang lain di sosial media !

Baca juga dampak negatif sosial media bagi lanjut usia disini

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ?

 

Learn More
Ini Sanksi Denda Tilang Bagi Pengendara Di Jalan Raya Yang Tidak Memiliki SIM 0

Ini Sanksi Denda Tilang Bagi Pengendara Di Jalan Raya Yang Tidak Memiliki SIM

Posted by on Apr 19, 2018 in Blog, Tips

Sanksi denda tilang bagi pengendara yang tidak memiliki SIM kini semakin berat dengan kenaikan sanksi denda tilang yang sangat tinggi mencapai 10 kali lipat dari denda tilang sebelumnya, dengan kisaran denda antara Rp 250 ribu hingga mencapai Rp 1 juta.

Sanksi besaran denda tilang termurah bagi pengendara yang tertangkap tidak memiliki SIM berkisar dari Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung dari berat-ringannya jenis pelanggaran yang dilanggar oleh pengendara. Kenaikan denda tilang yang sangat tinggi ini bertujuan untuk mendidik semua lapisan masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas ketika berkendara di jalann raya demi keselamatan bersama

Berikut ini adalah aturan utama yang paling mendasar  yang harus Anda ketahui tentang kewajiban memiliki SIM yang menjadi keharusan bagi setiap pengendara kendaraan bermotor, karena jika Anda kedapatan/tertangkap polisi ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor namun tidak memiliki atau tidak dapat menunjukan Surat Ijin Mengemudi (SIM), maka menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Anda telah melanggar :

  1. Menurut pasal 281, bagi setiap pegendara kendaraan bermotor yang tertangkap saat berkendara di jalan raya namun tidak memiiki SIM, bisa dipidana dengan pidana kurungan badan (penjara) paling lama 4 bulan atau denda sebanya-banyaknya Rp 1 juta.
  2. Bagi pengendara kendaraan bermotor yang sudah memiliki SIM namun tidak membawanya ketika berkendara di jalan raya, bisa dikenakan sanksi pidana kurungan badan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (pasal 288, ayat 2)

Kedua sanksi denda tilang tidak memiliki atau dapat menunjukan kepemilikan SIM yang sah diatas diatas hanyalah sanksi tilang dasar saja – Dengan catatan Anda tidak melanggar ketentuan lalu lintas lainnya, seperti kelengkapan kendaraan, lampu sein mati dsb. Jika ditemukan pelanggaran lainnya, maka Anda bisa saja dikenakan denda tilang berlapis atas lebih dari 1-2 pelanggaran yang dilakukan.

Namun apa jadinya jika Anda bertabrakan atau mengalami kecelakaan dan menyebabkan orang lain atau pengendara kendaran lainnya sampai terluka di jalan raya ? Atau sampai menyebakan korban meninggal dunia ? Kemungkinan besar Anda bukan hanya sekedar dikenakan denda tilang saja, namun mungkin bisa saja langsung ditangkap dan dikenakan kurungan badan.

Daripada kita harus menanggung resiko yang besar ketika berkendara di jalan raya, maka mau tidak mau memang setiap pengendara bermotor wajib memiliki SIM dan mematuhi ketentuan aturan lalu-lintas, jka tidak ingin terkena masalah.

Untuk membuat SIM Anda bisa medatangi Satpas SIM terdekat, mengisi formulir pendaftaran, kemudian wajib mengikuti tes tertulis, tes penglihatan, tes kemampuan mengendarai kendaraan dsb. Jika dinayatakan lulus, maka SIM Anda bisa keluar sore itu juga atau bisa diambil pada keesokan harinya. Namun pada prakteknya, memang jarang sekali pemohon SIM yang bisa langsung lulus ketika mengajukan permohonan SIM, karena terkendala pada ujian tertulis yang pertanyaannya cukup sulit bagi orang awam.

Belum lagi pada tes penglihatan mata, banyak diantara pemohon SIM sudah gagal pada tahapan ini, padahal masih ada tahapan terakhir yang harus dilewati, yaitu ujian praktek mengendarai kendaraan atau ujian mengemudi yang juga membuat banyak pemohon gagal, alias tidak bisa langsung lulus dan memiliki SIM .

Jika Anda tidak lulus ujian teori maupun praktek, anda bisa mengulangnya 1-2 minggu kemudian sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh petugas penguji SIM. Bila ujian kedua atau ketiga kalinya pun Anda masih dinyatakan gagal, Anda dapat mengikutinya lagi sampai 5 kali ujian. Namun tentu saja itu akan sangat menghabiskan biaya dan membuang waktu Anda sia-sia belaka.

Jika anda bertempat tinggal disekitar Tangerang Selatan, seperti Pamulang, Ciputat, Cirendeu, Rempoa, BSD, Serpong dan sekitarnya, kami biro jasa pembuatan SIM di Tangerang dapat membantu Anda untuk bisa memiliki dengan mudah.

Hubungi WhatsApp 0896 5050 2295

Kami memberikan Garansi Anda bisa memiliki SIM hari itu juga, sesuai dengan alamat KTP Anda, misalkan KTP Anda di Jakarta Barat, SIM akan terbit sesuai dengan alamat e-KTP Anda. Jadi Anda tidak perlu mengurusnya ke Satpas SIM di Jl Daan Mogot Raya, dan Anda hanya perlu meluangkan waktu 1 kali datang saja untuk bisa lulus mendapatkan SIM.

Silahkan lihat biaya jasa pembuatan SIM Kilat kami disini, 

Jasa Pembuatan SIM Super Kilat Di Tangerang Selatan

So, miliki segera SIM dan patuhi saja undang-undang lalu lintas, serta jangan lakukan pelanggaran di jalan raya, jika tidak ingin terkena denda sanksi tilang yang sekaran sudah sangat mahal harganya.

Ingin punya SIM Tanpa Ribet ? silahkan baca disini jasa pembuatan SIM Kilat kami:

Biro Jasa Pembuatan SIM Cepat Tangerang Selatan Sehari Jadi Garansi 100%

Nah, bagi Anda yang belum memiliki SIM, silahkan download berapa besaran denda tilang dan apa saja Sanksi bagi pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM ? silahkan lihat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disini https://drive.google.com/open?id=1Q5xmH2fE7EDvs5hnlWCFHE1UJPQTP3rF 

Learn More
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu ?
Powered by