Posts Tagged "Marketing Behavior"

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah ! 0

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Posted by on Jan 3, 2020 in Blog, Tips

Ingin tahu bagaimana cara berjualan online dengan mudah ? Pahami dahulu perilaku konsumen dengan baik, maka siapapun bisa dengan mudah menguasai cara berjualan online dengan memahami apa saja yang diinginkan oleh calon konsumen mereka.

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah

Dengan kata lain marketer online yang mampu memahami perilaku konsumen dengan baik, tentu saja ia bisa menciptakan suatu kebutuhan baru bagi konsumen dengan menyentuh emosi mereka untuk membeli. Atau dengan kata lain seseorang yang menguasai marketing behavior, tahu persis bagaimana cara promosi yang baik dan menyentuh. Sebab pada dasarnya prinsip seseorang memutuskan untuk membeli sesuatu adalah karena mereka merasa membutuhkan barang atau jasa tersebut.

Pengetahuan memahami perilaku konsumen ini sangat penting bagi semua penjual online/offline, terlebih lagi bagi seorang salesman tradisional yang memilki banyak keterbatasan jangkauan dan waktu untuk mobilitasnya. Terlebih lagi dikawasan perkotaan besar, kemacetan adalah penghalang utama mobilitas salesman. Kemacetan, praktis dan segala kemudahan transaksi telah mendorong perubahan perilaku konsumen dengan sangat cepat di era digital sekarang, khususnya dikawasan perkotaan. Semua orang ingin prosesnya serba cepat dan instan (Buying Decision Process).

Untuk memahami perilaku konsumen sampai terjadinya suatu proses pembelian atau dikenal sebagai Buying Decision Process, ada beberapa tahapan umum yang biasa dilakukan seseorang ketika ingin membeli suatu produk atau jasa.

Proses Perubahan Perilaku Konsumen

Tahapan pertama adalah Search Information, pada 10 tahun yang lalu, orang akan membeli koran Pos Kota misalnya, membuka Yellow Page, majalah dsb saat ingin membeli sesuatu. Namun di abad digital marketing seperti sekarang orang hanya perlu menggunakan jari tangannya mengetik keyword pencarian tertentu di smartphone, laptop dsb. Selanjutnya dalam detik yang sama akan muncul ratusan hasil pencarian yang terindeks di mesin pencari, tinggal ditelusuri saja hasilnya satu per satu. Terjadi perubahan perilaku konsumen dari pencarian informasi secara tradisional menjadi pencarian informasi berdasarkan keyword produk.

Kini hampir semua orang yang berusia dibawah 55 thn ke bawah akan mencari informasi tentang barang dan jasa apapun yang akan mereka beli melalui searching informasi di mesin pencari. Lebih dari 80% orang, mencarinya melalui Google atau Youtube, sementara beberapa search engine lainnya seperti Yahoo, Bing dsb prosentase penggunaannya masih sangat sedikit sekali.

Jangan berpikir cara berjualan online itu mudah, jika tanpa menyentuh emosi di dalam benak calon konsumen, sebagus apapun website penjualan anda, namun jika konten dan sales letternya tidak menyentuh keinginan hati seseorang untuk membeli, jangan terlalu berharap banyak, Begitu juga jika anda adalah seorang salesman, namun jika anda tidak bisa menyentuh emosi konsumen dengan baik, meskipun anda mengoceh berjam-jam sampai berbusa pun, calon konsumen tidak akan tertarik untuk membelinya, karena emosi mereka tidak tersentuh.

Pada dasarnya memahami perilaku konsumen itu penting, namun yang terlebih penting lagi adalah menyentuh hati calon konsumen, karena kunci menjual adalah memainkan emosi konsumen dengan merubah apa yang diinginkan oleh konsumen seolah-olah sebagai apa yang dibutuhkan oleh mereka. Jika efek tersebut sudah terjadi pada pengunjung website penjualan anda, maka itu artinya proses marketing online anda sudah berjalan, dan jika sudah terjadi demikian maka seberapapun mahalnya produk atau services yang anda jual, mereka akan tetap membelinya dari anda, sebab mereka memang sudah merasa dekat dan connecting dengan anda.

Hal yang mendominasi perilaku konsumen berikutnya adalah Need Recognition, atau konsumen sudah mengidentifikasi dan menyadari bahwa mereka membutuhkan sesuatu. Maka naluri alamiahnya akan menuntun mereka lewat referensi, bertanya pada orang yang telah mereka kenal, dan dianggap tahu lebih banyak tentang produk atau jasa yg tengah mereka butuhkan saat ini. Disinilah kunci dan pentingnya bisnis referensi, dimana pembeli yang merekomendasikan penjual/seller kepada teman atau kerabatnya, kemungkinan besar diatas 90% akan deal untuk membeli, karena di dominasi oleh faktor trust atau kepercayaan karena direferensikan oleh teman/keluarga/kerabat yang sudah dipercayainya.

Pada fase diatas, jika anda berjualan di marketplace maka banyaknya review bintang menjadi faktor pendorong yang kuat bagi konsumen.

Perilaku konsumen yang ketiga adalah Evaluation of Alternatives, dimana mereka mulai memilih, membandingkan dsb. Memasuki fase proses inilah keputusan untuk membeli konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor ekternal di poin keedua, yaitu siapakah yang mereferensikannya ? Disinilah pentingnya faktor networking, sebab jika orang yg mereferensikan mereka adalah teman, orang dekat, keluarga dsb, anda tidak perlu kuatir meskipun harus bersaing dengan marketplace besar dan penjual lainnya. Mereka akan tetap membelinya dari anda, karena anda direferensikan oleh teman/kerabat yang mereka sudah percayai. Atau jika tidak direferensikan oleh orang yang telah mereka kenal, review pembeli di marketplace sangat dominan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dari anda atau dari penjual lain.

Fase perilaku konsumen berikutnya adalah keputusan untuk membeli atau Purchase Decision, setelah mereka melalui serangkaian proses diatas.

Fase proses perubahan perilaku konsumen terakhir, namun juga sangat penting untuk diperhatikan adalah Post Purchase Behaviour, atau pengalaman mereka setelah membeli. Apakah barang/produk/jasa yang mereka beli sudah sesuai dengan ekspektasi mereka ? Bagaimana kualitas pelayanan anda terhadap konsumen dsb, banyak parameter yang mempengaruhinya. Namun faktor ini sangat penting sekali jika anda hanya berjualan online, bukan jual offline secara tradisional. Sebab dalam jualan online, konsumen hanya melihat gambar atau video dan keterangan produk saja, mereka tidak melihatnya secara langsung.

Maka persepsi setiap konsumen bisa saja berbeda, inilah fase krusialnya. Jika konsumen merasakan pengalaman puas ketika membeli dari Anda, bisa dipastikan, mereka bakal menjadi Loyal Customer anda. Pembeli loyal seperti inilah yang harus anda kumpulkan sebanyak mungkin. Kata kuncinya jangan pernah mengecewakan pembeli, berbohong tentang produk yg anda jual dsb.

Nah dengan memahami alur proses perubahan perilaku konsumen diatas, cara berjualan online itu sebenarnya mudah dan tidak terlalu sulit. Selama sebagai seller anda bisa menangkap proses perubahan-perubahan perilaku konsumen tersebut untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ingin belajar serius memahami perilaku konsumen untuk diaplikasikan dalam search engine marketing atau video marketing ? Ikuti Private SEO Tokopedia kami, bisa di cicil lagi, klik link dibawah ini, dan hubungi di 089650502295 (only call, no chat)

Learn More
Menganalisa Dan Cara Membuat Target Market Yang Spesifik 0

Menganalisa Dan Cara Membuat Target Market Yang Spesifik

Posted by on Apr 21, 2017 in Blog, Tips

Belajar menganalisa dan cara membuat target market yang spesifik sangat berperan penting dalam dunia digital marketing yang semakin kompetitif saat ini.

Cara Membuat Target Market Yang Spesifik

Tidak bisa dipungkiri lagi, tanpa kreativitas yang tinggi dan kemampuan menganalisa segmen pasar serta menentukan target market yang spesifik sangat sulit rasanya untuk bisa mencapai keberhasilan dalam waktu singkat – Mengingat tingkat kompetisi dan persaingan pasar yang semakin ketat, dari perusahaan berskala internasional sampai ke penjual online kecil-kecilan, memperebutkan kue market yang sama. Ini belum lagi ditambah dengan percepatan pertumbuhan marketer online diseluruh dunia yang semakin besar, bak cendawan di musim penghujan.

Lantas bagaimana menganalisa dan cara menentukan target market yang tepat ?

Untuk menentukan segmentasi pasar dan cara menentukan target market yang tepat, setidaknya ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, antara lain:

Target market berdasarkan demografi atau wilayah

Dalam menentukan target market berdasarkan demografi, cara paling mudah dalam menganalisanya bisa menggunakan Google Trends dengan membandingkan popularitas pencarian keyword produk berdasarkan demografi kota misalnya – Disini kita bisa melihat, membandingkan kemudian menganalisanya berdasarkan grafik pencarian popularitas keyword di Google Trends pada periode tertentu

Target market berdasarkan jenis kelamin

Setelah menentukan demografi, maka langkah selanjutnya bisa dipetakan siapa saja pengguna kita berdasarkan jenis kelamin, pria atau wanita, rata-rata usia target, pendidikan serta pekerjaan dsb – Analisa yang tepat sangat menentukan saat membuat strategi promosi, terlebih lagi jika kita menjual produk barang/jasa yang mahal atau spesifik.

Target market berdasarkan Behavior

Menganalisa faktor Marketing Behavior atau perilaku konsumen calon pemakai produk yang kita bidik juga memiliki andil besar dalam menentukan kesuksesan penjualan – Dimana hal ini pada umumnya dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu ringan, medium dan berat.

Contohnya, strategi promosi menjual kosmetik branded yang mahal tentu saja berbeda, meskipun persaingannya tidak terlalu banyak, namun caranya mungkin berbeda jauh, dibandingkan dengan menjual kosmetik murah yang segmentasinya lebih luas dan persaingannya juga lebih besar.

Perlu diingat dalam menjual produk branded, kata kunci umum ‘Murah’ belum tentu bisa berhasil menentukan kesuksesan penjualan, karena behaviors konsumennya berbeda, dimana mereka secara umum lebih mementingkan kualitas keaslian produk serta pelayanan yang memuaskan, dibandingkan dengan hanya menawarkan harga murah.

Disamping itu cara menentukan target market berdasarkan behavior juga memerlukan analisa khusus tersendiri dengan menggunakan metode promosi yang sesuai dengan Media Habits konsumen. Apakah mereka termasuk konsumen tradisional atau konsumen digital, dan ini juga masih bisa dipilah-pilah lagi, kita akan fokus promosi melalui media apa ? Dan di media mana ?

Misalkan menjual produk asli papan atas atas seperti Dior, Louis Vuiton dsb, tentunya lebih efektif menggunakan Google Adword, atau melalui sosial media seperti Instagram, Path dsb, dibandingkan menggunakan metode Facebook Marketing, karena sudah bukan rahasia lagi, jika kelas menengah ke atas sudah tidak lagi bermain di Facebook, dsb.

Anda tertarik untuk mempelajari cara menentukan target market yang tepat ? Ikuti Private Search Engine Video Marketing Sistematis Always Page One Terbatas kami, silahkan transfer Rp 2.000.000,- ke Bank Mandiri No: 164-0000-465809 atau ke BRI No: 1581-01-002635-50-1 a/n H Dedy Putranto.

Setelah transfer, segera hubungi kami di whatsApp 0896 5050 2295 atau 0813 1879 8133

Waktu belajar bisa bebas Anda tentukan sendiri, sementara media belajar bisa datang langsung ke Komp Firdaus Regency, Jl Gelatik No. 86, dekat Mall Bintaro XChange, Sawah Lama, Bintaro-Ciputat atau via online seperti Skype, WhatsApp dsb. Kami ada di 3 Lokasi, 

Kompleks Regensi Melati Mas, Blok A1 No 19, Kelurahan, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten 15326 HP/Whatsapp: 0896-5050-2295 https://maps.google.com/?cid=4086431047887176654

Private Internet Marketing No1 Yogyakarta
Gg. Anggrek II No.9b, Kentungan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, HP/WhatsApp: 0896-5050-2295 https://maps.google.com/?cid=700112188004772751

atau di Jl Gelatik No. 86, sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, HP/WhatsApp: 0896-5050-2295

 Garansi dibimbing sampai mahir siap bersaing dengan siapa saja, tanpa batasan waktu.

So, meski tidak mudah namun sebenarnya juga tidak terlalu sulit, bagaimana cara menentukan target market dan membagi segmentasi market yang tepat sesuai dengan produk yang kita pasarkan, asalkan mau menganalisanya dengan cermat terlebih dahulu.

Putra Dedy

Learn More
Inilah Cara Berjualan Yang Efektif Dan Tertarget 0

Inilah Cara Berjualan Yang Efektif Dan Tertarget

Posted by on Apr 18, 2017 in Tips

Ada banyak sekali teknik dan cara berjualan yang efektif, namun sebelum masuk pada detail teknis cara berjualan, setidaknya kita perlu mengenal metode dasar berjualan yang efektif.

Cara Berjualan Yang Efektif Dan Tertarget

Cara berjualan yang efektif, pada urutan pertama kita mengenal adanya Kebutuhan atau Need dalam bahasa kerennya. Apakah produk yang kita jual memang dibutuhkan orang banyak setiap waktu atau dibutuhkan orang hanya pada waktu-waktu tertentu saja atau sifatnya temporer saja.

Misalkan menjual kebutuhan pokok, atau menjual kosmetik, baju, sepatu dsb juga di dasari atas Kebutuhan atau Need dan benefit produk yang dibutuhkan masyarakat setiap saat, contoh berjualan kosmetik, seperti bedak atau lipstick didasarkan atas kebutuhan, karena bedak dan lipstik dibutuhkan oleh orang banyak, sepanjang waktu dan setiap saat – Sementara benefit produk nya, karena bedak atau lipstik bisa membuat wanita terlihat semakin cantik

Sementara Kebutuhan atau Need itu sendiri masih bisa dibagi lagi kedalam 2 kategori, yaitu kebutuhan atas produk benefit baru dan produck benefit lama, dimana disini melibatkan faktor physical benefit dan emotional behaviors yang kuat dari konsumen.

Dalam konsep Marketing Strategy, contoh kebutuhan atas produk benefit lama misalnya terjadi pada wanita yang sudah merasa cocok pada produk cream perawatan muka merek A yang sudah terkenal, maka secara tak langsung disini akan melibatkan emotional behavior, di dalam konsep Marketing Behavior, dimana mereka cenderung fanatik untuk membeli merek A – Maka belum tentu mereka mau membeli merek baru.

Jika ingin cara berjualan kita lebih efektif, maka ketika menawarkan merek B, setidaknya promosi kita harus bisa menyentuh sisi emosi mereka dengan menambahkan produk benefit yang baru, contoh, cream perawatan muka merek B sebenarnya lebih banyak manfaatnya, karena mengandung Anti Aging dan Anti Ultra Violet misalnya.

Untuk memancing Kebutuhan atau Need baru, dalam digital marketing dikenal istilah Promise atau Janji – Buatlah penawaran dengan landingpage yang menarik dan Janji yang lebih besar dibandingkan dengan merek A. itu sah-sah saja dilakukan, selama kita tidak berbohong atau membuat janji palsu.

Faktor berikutnya adalah membuat Brand baru tersebut bisa menjadi lebih menarik, misalnya bisa dengan menggunakan tagline, motto atau slogan tertentu pada produk baru tersebut.

Jangan pula dilupakan, cara berjualan yang efektif juga dituntut adanya Testimoni atau Proof atau bukti dari beberapa orang yang sudah menggunakan produk tersebut – Faktor Testimoni dari pemakai yang sudah membuktikan keampuhan kosmetik tersebut akan sangat ampuh menyentuh emosi keingin-tahuan pada wanita lainnya.

Sebagai penutup, Action atau ajakan untuk membeli dengan sales letter yang menarik akan menjadi faktor kunci yang paling menentukan sampai terjadi penjualan.

Ingin tahu lebih banyak lagi trik-trik marketing ? Silahkan ikuti Kursus Private Search Engine Video Marketing Always Page One kami, cukup hanya dengan membayar Rp 2.000.000,- saja, Anda akan dibimbing sampai bisa bersaing dengan siapapun, tanpa batasan waktu. Dimana Anda bukan hanya belajar secara mendetail dan lengkap bagaimana cara berjualan yang efektif dengan metode search engine marketing, namun juga menguasai sistem indeks keyword di Google.

Dengan metode sistematis menguasai algorithma Google simple ini, maka file apapun yang Anda upload akan jauh lebih cepat naik keywordnya di halaman depan search engine Youtube maupun Google secara sistematis. Metode ini sangat efektif dijalankan melalui Youtube Marketing mapun web

Silahkan transfer Rp 2.000.000,- ke Bank Mandiri No: 164-0000-465809 atau ke BRI No: 1581-01-002635-50-1 a/n H Dedy Putranto – Setelah transfer, segera hubungi kami di whatsApp 0896 5050 2295 atau 0813 1879 8133

Masih penasaran ingin tahu bagaimana cara berjualan yang efektif ? Ikuti terus dan dapatkan trik-trik digital marketing terbaru di Internet Marketing No1, disini Tips Marketing

Putra Dedy

WhatsApp: 0896 5050 2295

Learn More
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu ?
Powered by