News

Dapatkan Update Internasional News dan Local News terbaru dari Private Search Engine Marketing Sistematis IM-NO 1, yang pastinya sangat bermanfaat memperkaya khasanah pengetahuan Anda – Internet Marketing NO 1 hanya menyajikan berita yang dapat dipertanggung-jawaban keakuratannya, kebenaran dan netralitas berita, langsung dari sumbernya.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) Semakin Mengancam Eksistensi Manusia 0

Teknologi Artificial Intelligence (AI) Semakin Mengancam Eksistensi Manusia

Posted by on Nov 1, 2018 in News, Teknologi

Disadari atau tidak, teknologi berbasis artificial intelligence telah mengancam eksistensi manusia, setidaknya ini terbukti dengan survei yg dilakukan Microsoft di Inggris terhadap penggunaan teknologi AI.

Teknologi Artificial Intelligence Semakin Mengancam Eksistensi Manusia

Hasilnya ternyata cukup mengejutkan, seperti dirilis oleh MSNBC, karena ternyata hampir dari separuh pemimpin perusahaan di Inggris mencemaskan kemungkinan bisnis mereka akan hilang dalam 5 tahun mendatang akibat kalah bersaing dengan teknologi AI.

Sektar 45% karyawan khawatir pekerjaan mereka suatu saat akan diambil alih oleh teknologi AI yg telah masuk ke segala bidang bisnis … Disadari atau tidak, perkembangan teknologi artificial intelligence sekarang memang telah mengancam eksistensi manusia itu sendiri sebagai penciptanya …,

Contohnya, 1-2 dekade silam, ribuan buruh di bagian pengecatan pabrik mobil berjaya menjadi andalan industri otomotif, namun kini tidak ada satu orangpun buruh bagian pengecatan di pabrik mobil yg masih bisa bekerja. Semuanya telah digantikan dengan robot cat berbasis teknologi AI yg bisa menghitung dengan tepat formula warna yg diperlukan, serta mampu mengecat mobil di line produksi lebih sempurna dibandingkan dengan pekerjaan tangan manusia.

Gojek dan Grab hanya dalam tempo 9 tahun telah menggusur puluhan perusahaan taksi menjadi sekarat, mendepak puluhan ribu pengojek tradisional, dan menggerus pangsa pasar iklan makanan dengan GoFood.

Namun sebaliknya, mereka juga telah melahirkan puluhan ribu pengemudi baru yg jeli melihat peluang

Sementara itu disisi lain, perusahan teknologi besar berbasis AI seperti Traveloka, Tiket. com dan sebagainya telah memaksa semua pemilik hotel, perusahaan maskapai penerbangan, pengusaha tiket, pengusaha pariwisata dan sebagainya terpaksa harus pasrah menggantungkan nasibnya di dikte oleh penjualan mereka …,

Apakah nantinya manusia mampu bersaing dengan ciptaannya sendiri untuk menghadapi perubahan yang revolusinoner dalam teknologi ?

Pada awalnya, Teknologi Artificial Intelligence yang bekerja dengan meniru kecerdasan otak manusia diciptakan oleh manusia untuk tujuan efisiensi dan efektivitas, namun ironinya teknologi itu pula yg memaksa dan mendepak manusia keluar dari persaingan …

Ya, seperti apa yang dikatakan oleh sastrawan Irlandia, Georges Bernard Shaw, bahwa kemajuan tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya perubahan, Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything.

Kita memang tidak bisa menentukan masa depan kita sendiri, namun pada dasarnya semua orang bisa merubah habitsnya sendiri untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang sedang terjadi. Sampai akhirnya lambat-laun habits kita sendirilah yang akan menggiring, menuntun, dan menentukan nasib kita dikemudian hari …. Namun percayalah, dalam setiap perubahan pasti akan selalu ada peluang baru yg masih terbuka lebar.

Maka jika kita tidak mampu menentang perubahan, maka berubahlah untuk mengikuti perubahan itu sendiri …, 

You can’t decide your future, but you can decide your habits, and your habits can decide your future … kalau kita tidak mampu bersaing melawan teknologi AI, maka tidak ada salahnya jika kita mulai mempelajarinya, karena pengetahuan yang kita dapat dari hasil mempelajari sesuatu, suatu saat bisa saja digunakan dan tidak akan pernah ada ruginya untuk belajar. 

Learn More
Opera Mini, Aplikasi Brwoser Android Terbaik 2018, Maknyus ! 0

Opera Mini, Aplikasi Brwoser Android Terbaik 2018, Maknyus !

Posted by on Sep 14, 2018 in News, Teknologi

Opera mini adalah pilihan tepat aplikasi browser Android Terbaik 2018 yang perlu buat smartphone kamu. Selain hemat kuota data, browser yang satu ini kecepatan loadingnya juga maknyus ! Yuk simak ulasannya di Internet Marketing No 1 berikut ini.

Opera Mini, Aplikasi Brwoser Android Terbaik 2018

Bukan itu saja, fitur terbaru aplikasi browser Android terbaik versi 2018 besutan Opera Mobile ini tersedia dalam beberapa platform, seperti Android, Windows Mobile, iOS, BlackBerry dan Symbian serta Zeebo, berbasis program Java MIDP 2.0.

Setelah kami jajal dengan berbagai tipe smartphone, dari mulai kelas low end seperti Samsung J2 sampai ke smartphone level high end, Samsung S9, salah satu browser Android terbaik yang satu ini hasilnya memang sangat memuaskan dan sama sekali tidak mengecewakan – Bahkan lebih cepat dibandingkan Google Chrome.

Tak heran jika saat saat ini aplikasi Opera Mini sudah di download oleh lebih dari 100 juta user di Google Play Store dan telah tersedia lebih dari 50 bahasa.

Sementara untuk fitur andalannya, browser gratis dengan kemampuan maksimal ini memiliki fitur jempolan, yaitu fitur pemantau data. Fitur unggulan ini digunakan untuk memantau data yang telah digunakan. Jadi bagi kamu yang kebetulan kuota datanya lagi pas-pasan nggak perlu kuatir menggunakannya.

Selain itu juga ada fitur unggulan lainnya, yaotu fitur AdBlock untuk memblokir iklan dan pop up yang mengganggu, serta fitur Mode tampilan malam yang cukup menghemat data.

Rekomendasi Aplikasi Browser Android Terbaik lainnya

https://www.im-no1.com/news/ini-dia-beberapa-aplikasi-browser-android-terbaik-2018.html 

So, penasaran ingin menjajal browser gratisan yang anti lelet dan hemat kuota data ini, silahkan download deh di Google Play Store untuk menjajal kemampuan salah satu Aplikasi Browser Android Terbaik Versi 2018 ini.

Learn More
Ledakan Lanjut Usia, Bisnis Kreatif, Peluang Usaha Baru Atau Ladang Pengabdian ? 0

Ledakan Lanjut Usia, Bisnis Kreatif, Peluang Usaha Baru Atau Ladang Pengabdian ?

Posted by on Sep 14, 2018 in Lifestyle, News

Jika Anda pelaku bisnis kreatif yang jeli, kini peluang usaha baru untuk memenuhi kebutuhan lanjut usia sudah terbuka lebar. mengingat dari total populasi 7 miliar juta jiwa penduduk dunia, sebanyak 1 miliar diantaranya adalah penduduk berusia lanjut.

Ledakan Lanjut Usia Bisnis Kreatif & Peluang Usaha Baru 1

Bukan main-main lagi, ledakan lanjut usia di Indonesia kini sudah mencapai 20 juta jiwa lebih dan akan terus meningkat pesat pada tahun 2020 mendatang.

Peluang usaha baru dan ladang pengabdian

Bagi pelaku bisnis kreatif, ada banyak puluhan jenis peluang usaha baru terkait dengan kebutuhan lansia, tinggal dieksplorasi lebih dalam lagi, apa saja yang menjadi kebutuhan umum dan khusus mereka ? Dari mulai kebutuhan dasar primer, sekunder sampai kebutuhan khusus, misalnya seperti tour khusus bagi lansia, pelayanan perawatan lansia dsb.

Selanjutnya tinggal disesuaikan dengan demografi umum serta kondisi sosial ekonomi mereka, karena tentu saja tidak semua lansia memiliki kemampuan sosial ekonomi yang cukup. Sementara dari sisi sosial, organisasi non profit atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga bisa ikut berpartisipasi untuk menangani ledakan populasi lanjut usia yang sudah di depan mata.

Data dari berbagai sumber dibawah menunjukan, dari sisi demografi misalnya, jika Anda pengusaha kreatif, menurut data BPS thn 2015 diperkirakan 8,5% dari total populasi penduduk Indonesia atau sekitar 21,7 juta adalah lanjut usia yang tersebar diberbagai propinsi. Dari data tersebut, diperkirakan sekitar 45% lanjut usia yang tidak lagi produktif berada di dalam rumah tangga, dimana 40% diantaranya dengan status sosial ekonomi yang rendah – Sementara sisanya memiliki status ekonomi menengah dan atas.

Ledakan Lanjut Usia Bisnis Kreatif & Peluang Usaha Baru Atau Pengabdian ?

Ledakan lanjut usia ini masih akan terus berkembang dengan cepat, dimana populasi penduduk lansia yang berusia diatas 80 tahun diperkirakan akan berkembang paling cepat – Atau dengan kata lain, ledakan lanjut usia yang berusia diatas 80 tahun ini memerlukan kebutuhan khusus serta penanganan yang serius.

Data lain juga menunjukan sekitar 9% dari total populasi lanjut usia di indonesia tinggal sendiri dan sekitar 36% tinggal bersama 3 generasi di dalam 1 rumah tangga.

Data populasi lanjut usia terbanyak berada di DIY Yogyakarta, yang mencapai 12,48%, Jawa Timur 9,36%, Jawa Tengah 9,26%, Bali 8,77% dan Jawa Barat 7,09%.

Berdasarkan data dari dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan tahun 2013, tercatat beberapa penyakit yang terbanyak diidap oleh lanjut usia, antara lain: penyakit Hipertensi menduduki peringkat tertinggi sebanyak 57,6%, Arthritis 51,9%, Stroke 46,1%. Dari data tersebut masih dibagi lagi, sekitar 28% lansia menderita 2 penyakit, 14,6% menderita 3 penyakit, 6,2% mengidap 4 penyakit, 2,3% menderita 5 penyakit, dan 0,8% diantaranya masuk kategori lansia yang menderita 6 penyakit atau lebih.

Sementara hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada tahun 2014 menunjukan, sekitar 25,05% lansia menderita sakit. Atau dengan kata dari 100 jiwa lansia, 25 orang diantaranya mengalami sakit dan perlu penanganan yang serius.    

 

Baca juga berita terkait :

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ?

Bagi pengusaha kreatif, tentunya ini merupakan peluang usaha baru yang menjanjikan, sekaligus bisa ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk lansia – Sementara bagi organisasi sosial kemasyarakatan yang sifatnya nirlaba atau non profit, data ledakan lanjut usia ini bisa juga digunakan sebagai ladang pengabdian pada masyarakat. Sementara bagi pemerintah sudah menjadi kewajiban pemerintah harus bisa menyediakan sarana, sumber daya serta infrastruktur yang memadai untuk menjamin kesejahteraan para lanjut usia di Indonesia.

 

Learn More
Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ? 0

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media ?

Posted by on Sep 12, 2018 in Lifestyle, News

Ingin tahu apa saja dampak posistif dan efek negatif bagi orang dewasa yang mulai kecanduan terhadap sosial media ? Simak terus beritanya di Internet marketing No 1  News Report dibawah ini.

Benarkah Orang Dewasa Sekarang Sudah Mulai Kecanduan Sosial Media

Belum lama berselang, badan charity Inggris, The Royal Society For Public Health (RSPH) menyerukan perlunya dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap efek kecanduan sosial media pada orang dewasa yang bisa mempengaruhi perilaku dan hubungan sosial mereka.

Dilansir oleh Sky News, kampanye yang dilakukan RSPH dengan tema, Get Involved with Scroll Free September, mereka berberharap bisa diikuti oleh puluhan ribu orang dewasa dari 56 negara yang berbeda untuk melakukan apa yang mereka sebut dengan istilah Digital Detox – Agar sudah saatnya orang dewasa segera keluar dari beberapa aplikasi sosial media yang sedang ngetrend saat ini, seperti Facebook, Instagram, Snapchat, Twitter dan Youtube.

Menurut Royal Society For Public Health, hasil penelitian pada tahun 2017 silam telah menunjukan banyak dampak negatif akibat kecanduan sosial media pada golongan usia anak dan remaja, antara lain, cyberbullying, sulit tidur, kecemasan, depresi dsb yang mempengaruhi perilaku mereka.

Seruan ini rupanya mendapatkan sambutan yang cukup hangat, tercatat selama bulan September berjalan ini dilaporkan sudah ribuan orang mengikuti program digital detox.

Sementara itu, hasil dari berbagai penelitian terbaru dalam beberapa tahun terakhir ini juga menunjukan bahwa:

1. Sebanyak sembilan puluh satu persen remaja dan dewasa yang berusia 16 thn s/d 24 tahun menggunakan sosial media.

2. Diantara mereka setidaknya ada sekitar 5% diantaranya yang sudah kecanduan sosial media.

3. Bagi mereka yang menghabiskan waktu setidaknya lebih dari 2 jam setiap hari melakukan aktivitas di sosial media, dilaporkan cenderung mengalami kesehatan mental yang buruk.

Meski demikian, kepala eksekutif RSPH, Shirley Cramer menyatakan, masih diperlukan lebih banyak lagi penelitian yang mendalam terhadap dampak buruk kecanduan sosial media bagi orang dewasa.

Menurut Shirley, salah satu pertanyaan yang mendasar adalah, apa peran kita di sosial media, ketika kita memiliki anak-anak dan remaja. “Saya kira kita tidak lagi berpikir sebagai orang tua. Bagaimana peran kita ? Apakah ketika sedang makan bersama keluarga-pun kita juga masih sibuk bermain sosial media, atau tweeting ? Apa efeknya bagi anak-anak kita ?” Shirley memaparkan pandangannya.

Menurutnya, masih perlu lebih banyak lagi penelitian yang lebih mendalam diseputar peran orang dewasa terhadap kecanduan sosial media – Sementara ini kita sudah melihat bukti nyata dan dampak negatif potensi kerusakan akibat kecanduan sosial media terhadap anak-anak, remaja dan orang muda.

Senada dengan itu psikolog Noel Bell juga mengatakan bahwa generasi tua/orang dewasa juga tidak imun dari kemungkinan kecanduan terhadap sosial media.

“Kami tengah mencari gejala kecanduan, peningkatan obsesi serta potensi terhadap kehilangan kontrol dan konsekuensi buruk pada keseharian kehidupan sosial pengguna.” ujarnya.

Kampanye gratis RSPH ini mulai dilakukan untuk mengatasi tekanan dan dampak sosial global dari banyaknya perusahaan teknologi besar sosial media seperti Facebook atau Instagram.

Menanggapi hal itu, bulan lalu Facebook telah mengenalkan beberapa update terbaru fitur baru mereka untuk melakukan pembatas waktu beraktivitas di dalam aplikasi. Dalam laman blog post Facebook, mereka menulis, “Harapan kami pembaruan pada beberapa tools kami bisa memberikan kontrol bagi pengguna di platform kami dan juga ikut berperan mendorong percakapan antara orang tua dan remaja tentang kebiasaan online yang tepat bagi mereka.

So, jika mungkin Anda termasuk golongan orang dewasa yang sudah mulai menunjukan gejala kecanduan sosial media, ada baiknya juga untuk mengikuti digital detox, menghentikan semua aktivitas di sosial media, dan mulailah melakukan komunikasi intensif dengan keluarga dan anak-anak dirumah.

Learn More
Ini Dia Beberapa Aplikasi Browser Android Terbaik 2018 0

Ini Dia Beberapa Aplikasi Browser Android Terbaik 2018

Posted by on Sep 11, 2018 in News, Teknologi

Ingin tahu apa saja aplikasi browser Androd terbaik 2018 ? Yuk simak ulasan beberapa versi aplikasi browser Android mobile terbaik yang terpopuler dan paling banyak digunakan oleh para pengguna smartphone.

Aplikasi Browser Android Terbaik 2018

Beberapa aplikasi browser Android pilihan ini selain cepat dan lebih enteng loadingnya dibandingkan dengan Google Chrome, juga tidak memakan banyak tenaga resources RAM handphone yang besar sehingga tidak mengakibatkan handphone menjadi lemot. Sangat cocok digunakan ketika pengguna melakukan multi tasking sekaligus di smartphone.

Pilihan pertama jatuh pada Firefox Rocket. Browser Android Terbaik besutan Mozilla Firefox ini memang pantas masuk diurutan teratas dan sangat familiar. Dengan fitur Mode Turbo Bebas iklan andalan mereka, menjamin pengalaman pengguna ketika berselancar di dunia maya menjadi jauh lebih cepat dan nyaman tanpa mengalami banyak gangguan akibat loading iklan yang seringkali menjengkelkan.

Browser Android terbaik urutan pertama ini sangat sedikit sekali memakan kapasitas penyimpanan di handphone, hanya berkisar sekitar 3 MB saja. Keunggulan utama browser android besutan Mozilla ini sudah menggunakan mode turbo serta fitur AdBlock untuk memblokir iklan yang mengganggu dan terus menguntit pengguna lewat kode pelacak yang disisipkan di dalam kode pixel iklan.

Kelebihan lainnya, di Firefox Rocket juga tersedia fitur simpan seluruh halaman. Fitur ini sangat berguna saat kita misalnya menemukan artikel yang menarik disebuah website namun belum sempat membacanya, bisa disimpan semua lamannya dan setiap saat bisa dibuka lagi dan dibaca, meskipun pengguna sedang dalam kondisi offline.

Fitur Mode Penjelajahan Pribadi membuat pengguna bisa browsing kemana saja tanpa kuatir meninggalkan jejak, pasword dsb, karena tidak terekam oleh cookies sehingga pengguna bersih, tidak meninggalkan jejak sedikitpun ketika berselancar kemana saja di internet.

Keunggulan lain yang tak kalah menariknya adalah Fitur Proteksi Pelacakan Firefox Rocket yang akan memblokir, mencegah berbagai macam situs pelacak/web tracking iklan yang mengumpulkan semua aktivitas pengguna di internet yang menjadi target iklan, tanpa kita sadari.

Fitur lain yang tidak kalah penting adalah clear cache untuk membersihkan sisa-sisa cache data yang tersimpan di dalam browser Android terbaik yang satu ini.

Namun masih ada sedikit kekurangan pada versi browser android terbaik 2018 ini, sayangnya Firefox Rocket belum menyediakan fitur download manager yang memudahkan pengguna untuk mendowload video atau yang lainnya.

Kemudian kekurangan berikutnya, salah satu browser Android terbaik 2017 ini sayangnya juga tidak memiliki fitur new tab.

Namun overall, mobile browser Android terbaik yang dirilis oleh Mozilla ini masih tetap yang terbaik dikelasnya, dengan penekanan pada fitur mode turbo yang menjamin kecepatan mobile browsing menjadi lebih cepat dan hemat kuota data.

So, mau coba yang lain selain browser Google Chrome dan ingin menjajal Mode Turbo Firefox Rocket ? Silahkan download dan instal aplikasi browser Android terbaik tersebut di Google Play Store, klik disini Firefox Rocket

Baca Juga Opera Mini Browser, Browser Android terbaik 2018

Learn More

Sudahkah Anda Memanfaatkan Pertumbuhan Internet Di  Indonesia ? 0

Sudahkah Anda Memanfaatkan Pertumbuhan Internet Di  Indonesia ?

Posted by on Aug 8, 2018 in News

Pesatnya pertumbuhan internet di Indonesia tampaknya masih belum seimbang dengan peningkatan jumlah transaksi perdagangan online di Indonesia.

Menurut statistik, data pengguna internet di Indonesia memang  meningkat signifikan, bahkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, pada thn 2017 pertumbuhan pengguna internet di Indonesia meningkat cukup tajam. Dari semula thn 2016 sebanyak 132,7 juta jiwa pada tahun 2017, melonjak naik menjadi 143,26 juta pengguna internet.

data pertumbuhan internet di indonesia sekarang

Secara umum, data pengguna internet sudah melebihi separuh dari total jumlah populasi penduduk Indonesia sebanyak  262 juta jiwa. Namun kenyataannya peningkatan pengguna internet tersebut belum mampu mendongkrak signifikan volume transaksi penjualan retail atau jual-beli online di Indonesia.

Apa yang salah dengan itu ? Seharusnya dengan penetrasi internet yang sedemikan besar dan peningkatan pengguna internet yang meningkat tajam, logikanya bisa menjadi lokomotif penggerak ekonomi perdagangan retail secara online.

Sudahkah Anda Memanfaatkan Pertumbuhan Internet Di Indonesia untuk usaha

Contohnya China, rakyat dinegara tersebut sudah bisa memanfaatkan penetrasi internet dinegaranya dengan menggunakannya untuk berbagai keperluan, dimana transaksi jual-beli online telah mendapat porsi yang cukup lumayan, mampu menggerakan roda perekonomian rakyat. 

Data terakhir menurut iResearch pada thn 2014 saja, penjualan online di China sudah memberikan kontribusi 8% dari total penjualan retail disana.

Tak heran jika Alibaba yang dipunggawai oleh Jack Ma, bisa meraup omset penjualan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. Sementara di Indonesia, pengguna internet masih didominasi oleh kaum Urban perkotaan 72,41% yang sebagian besar masih terkonsentrasi di daerah perkotaan pulau Jawa 58,08%, diikuti oleh Sumatera 19,05%, Kalimantan 7,97%, Sulawesi 6,7%, Bali-Nusa Tenggara 5,63% dan Maluku-Papua sebesar 2,49%.

data pemanfaatan internet di Indonesia sekarang

Namun yang menyedihkan adalah dari sisi pemanfaatan internet, dimana lebih dari tiga perempat jumlah total pengguna internet, atau sebanyak 89,5% hanya digunakan untuk chatting, sementara porsi terbesar kedua sebanyak 87,13% digunakan untuk bermain social media, dan sebanyak 74,84% untuk mencari informasi di search engine – Sementara yang digunakan untuk keperluan pembelian barang masih rendah, yaitu 32,19%.

Dan yang lebih menyedihkan lagi ternyata hingga saat ini baru bisa membukukan angka 8,12% dari total penjualan retail nasional.

Di Indonesia pemanfaatan internet dalam bidang ekonomi masih sebatas hanya untuk mengecek atau mencari tahu harga barang menduduki peringkat pertama sebesar 45,14%. Kemudian digunakan untuk membantu pekerjaan 41,4%, Informasi untuk membeli 37,82%. Membeli online 32,19%, mencari pekerjaan 26,19%, transaksi perbankan 17,04% dan untuk jualan online 16,83%.

So, bagaimana dengan Anda ? Apakah penetrasi pertumbuhan internet di Indonesia sudah dimanfaatkan semaksimal mungkin, termasuk untuk perdagangan online ? Atau hanya digunakan untuk ber-chatting ria saja ? 

Padahal jika pertumbuhan internet di Indonesia ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, itu bukan hanya bisa menambah wawasan semua orang, namun yang utama dan paling penting, bisa digunakan oleh setiap orang untuk berjualan online apa saja, dari mulai produk jasa, produk non fisik maupun produk barang fisik – Yang tentunya bisa menambah tebal isi dompet semua orang.

Learn More