Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Ingin tahu bagaimana cara berjualan online dengan mudah ? Pahami dahulu perilaku konsumen dengan baik, maka siapapun bisa dengan mudah menguasai cara berjualan online dengan memahami apa saja yang diinginkan oleh calon konsumen mereka.

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Dengan kata lain marketer online yang mampu memahami perilaku konsumen dengan baik, tentu saja ia bisa menciptakan suatu kebutuhan baru bagi konsumen dengan menyentuh emosi mereka untuk membeli. Atau dengan kata lain seseorang yang menguasai marketing behavior, tahu persis bagaimana cara promosi yang baik dan menyentuh. Sebab pada dasarnya prinsip seseorang memutuskan untuk membeli sesuatu adalah karena mereka merasa membutuhkan barang atau jasa tersebut.

Pengetahuan memahami perilaku konsumen ini sangat penting bagi semua penjual online/offline, terlebih lagi bagi seorang salesman tradisional yang memilki banyak keterbatasan jangkauan dan waktu untuk mobilitasnya. Terlebih lagi dikawasan perkotaan besar, kemacetan adalah penghalang utama mobilitas salesman. Kemacetan, praktis dan segala kemudahan transaksi telah mendorong perubahan perilaku konsumen dengan sangat cepat di era digital sekarang, khususnya dikawasan perkotaan. Semua orang ingin prosesnya serba cepat dan instan (Buying Decision Process).

Untuk memahami perilaku konsumen sampai terjadinya suatu proses pembelian atau dikenal sebagai Buying Decision Process, ada beberapa tahapan umum yang biasa dilakukan seseorang ketika ingin membeli suatu produk atau jasa.

Proses Perubahan Perilaku Konsumen

Tahapan pertama adalah Search Information, pada 10 tahun yang lalu, orang akan membeli koran Pos Kota misalnya, membuka Yellow Page, majalah dsb saat ingin membeli sesuatu. Namun di abad digital marketing seperti sekarang orang hanya perlu menggunakan jari tangannya mengetik keyword pencarian tertentu di smartphone, laptop dsb. Selanjutnya dalam detik yang sama akan muncul ratusan hasil pencarian yang terindeks di mesin pencari, tinggal ditelusuri saja hasilnya satu per satu. Terjadi perubahan perilaku konsumen dari pencarian informasi secara tradisional menjadi pencarian informasi berdasarkan keyword produk.

Kini hampir semua orang yang berusia dibawah 55 thn ke bawah akan mencari informasi tentang barang dan jasa apapun yang akan mereka beli melalui searching informasi di mesin pencari. Lebih dari 80% orang, mencarinya melalui Google atau Youtube, sementara beberapa search engine lainnya seperti Yahoo, Bing dsb prosentase penggunaannya masih sangat sedikit sekali.

Jangan berpikir cara berjualan online itu mudah, jika tanpa menyentuh emosi di dalam benak calon konsumen, sebagus apapun website penjualan anda, namun jika konten dan sales letternya tidak menyentuh keinginan hati seseorang untuk membeli, jangan terlalu berharap banyak, Begitu juga jika anda adalah seorang salesman, namun jika anda tidak bisa menyentuh emosi konsumen dengan baik, meskipun anda mengoceh berjam-jam sampai berbusa pun, calon konsumen tidak akan tertarik untuk membelinya, karena emosi mereka tidak tersentuh.

Pada dasarnya memahami perilaku konsumen itu penting, namun yang terlebih penting lagi adalah menyentuh hati calon konsumen, karena kunci menjual adalah memainkan emosi konsumen dengan merubah apa yang diinginkan oleh konsumen seolah-olah sebagai apa yang dibutuhkan oleh mereka. Jika efek tersebut sudah terjadi pada pengunjung website penjualan anda, maka itu artinya proses marketing online anda sudah berjalan, dan jika sudah terjadi demikian maka seberapapun mahalnya produk atau services yang anda jual, mereka akan tetap membelinya dari anda, sebab mereka memang sudah merasa dekat dan connecting dengan anda.

Hal yang mendominasi perilaku konsumen berikutnya adalah Need Recognition, atau konsumen sudah mengidentifikasi dan menyadari bahwa mereka membutuhkan sesuatu. Maka naluri alamiahnya akan menuntun mereka lewat referensi, bertanya pada orang yang telah mereka kenal, dan dianggap tahu lebih banyak tentang produk atau jasa yg tengah mereka butuhkan saat ini. Disinilah kunci dan pentingnya bisnis referensi, dimana pembeli yang merekomendasikan penjual/seller kepada teman atau kerabatnya, kemungkinan besar diatas 90% akan deal untuk membeli, karena di dominasi oleh faktor trust atau kepercayaan karena direferensikan oleh teman/keluarga/kerabat yang sudah dipercayainya.

Pada fase diatas, jika anda berjualan di marketplace maka banyaknya review bintang menjadi faktor pendorong yang kuat bagi konsumen.

Perilaku konsumen yang ketiga adalah Evaluation of Alternatives, dimana mereka mulai memilih, membandingkan dsb. Memasuki fase proses inilah keputusan untuk membeli konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor ekternal di poin keedua, yaitu siapakah yang mereferensikannya ? Disinilah pentingnya faktor networking, sebab jika orang yg mereferensikan mereka adalah teman, orang dekat, keluarga dsb, anda tidak perlu kuatir meskipun harus bersaing dengan marketplace besar dan penjual lainnya. Mereka akan tetap membelinya dari anda, karena anda direferensikan oleh teman/kerabat yang mereka sudah percayai. Atau jika tidak direferensikan oleh orang yang telah mereka kenal, review pembeli di marketplace sangat dominan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dari anda atau dari penjual lain.

Fase perilaku konsumen berikutnya adalah keputusan untuk membeli atau Purchase Decision, setelah mereka melalui serangkaian proses diatas.

Fase proses perubahan perilaku konsumen terakhir, namun juga sangat penting untuk diperhatikan adalah Post Purchase Behaviour, atau pengalaman mereka setelah membeli. Apakah barang/produk/jasa yang mereka beli sudah sesuai dengan ekspektasi mereka ? Bagaimana kualitas pelayanan anda terhadap konsumen dsb, banyak parameter yang mempengaruhinya. Namun faktor ini sangat penting sekali jika anda hanya berjualan online, bukan jual offline secara tradisional. Sebab dalam jualan online, konsumen hanya melihat gambar atau video dan keterangan produk saja, mereka tidak melihatnya secara langsung.

Maka persepsi setiap konsumen bisa saja berbeda, inilah fase krusialnya. Jika konsumen merasakan pengalaman puas ketika membeli dari Anda, bisa dipastikan, mereka bakal menjadi Loyal Customer anda. Pembeli loyal seperti inilah yang harus anda kumpulkan sebanyak mungkin. Kata kuncinya jangan pernah mengecewakan pembeli, berbohong tentang produk yg anda jual dsb.

Nah dengan memahami alur proses perubahan perilaku konsumen diatas, cara berjualan online itu sebenarnya mudah dan tidak terlalu sulit. Selama sebagai seller anda bisa menangkap proses perubahan-perubahan perilaku konsumen tersebut untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ingin belajar serius memahami perilaku konsumen untuk diaplikasikan dalam search engine marketing atau video marketing ? Ikuti Private SEO Tokopedia kami, bisa di cicil lagi, klik link dibawah ini, dan hubungi di 089650502295 (only call, no chat)

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !
Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !
Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !
Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !
Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Memahami Perilaku Konsumen, Cara Berjualan Online Mudah !

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *